Image Slider

Senin, 25 Agustus 2014

Pelajaran Dari Beres-Beres Kamar Tidur Siang itu





Pinterest dikolaborasi oleh canva



Membuang benda-benda adalah sesuatu yang berlawanan dengan Genetikku. Orang tua saya yang pernah hidup pada zaman Depresi, menyimpan segala sesuatu. Mengalami masa kanak-kanak yang kata mereka “masih dalam keadaan kekurangan”  mengajar mereka tidak membuang apapun. 

Gudang milik ayah adalah kuil rongsokan, dan kamar belakang ibu adalah kuil penghematan


Jika ada Kaus kaki berlubang ? Gunakan untuk keset. Jika ada Kemeja bernoda ? Kenakan di bawah Balero. Jika ada Jeans dengan lutut yang usang ? Gunting menjadi celana pendek, kata-kata ibu yang masih teringat jelas di kepalaku.


Siang itu, Hari Minggu..  Free time yang tidak biasa kudapatkan dan sudah kujanjikan untuk diriku sendiri bahwa hari ini aku akan menghabiskan waktuku membenahi beberapa hal disudut kamarku. Dan kumulai dari lemari pakaian. 
Yang menghentikan langkahku dari membersihkan lemari adalah aku bertemu kembali dengan diri masa laluku.

Diriku yang dulu atletik tidak bisa berpisah dengan baju lengan pendek, baju tanpa lengan pemain basket umumnya, celana olahraga selutut, bantalan lutut, sampai karet pengganjal persendian kaki, yang meyakinkanku bahwa aku memang masih cukup muda tapi tak mungkin lagi untuk berolahraga basket lagi disela-sela waktu kosongku.

Diriku yang dulu sangat memedulikan trend, punya beberapa dress selutut, sampai rok spandek hitam diatas lutut, Blouse perempuan  lengan pendek dan aku sudah hampir tidak pernah menggunakannya selama 4 tahun terakhir karena kini aku telah memakai jilbab.

Diriku yang kadang mampu merasakan nostalgia mempertahankan setiap benda yang punya kisah, misalnya ada daster merah jambu bermotif bali pemberian sahabatku, ada pula kaos oblong milik teman yang tak sengaja kupakai karena hari itu bajuku terkena guyuran hujan saat aku mengunjungi rumahnya, sebut saja ia masa-masa Putih abu-abu. Dan kami masih merasa sangat dekat juga saling merindukan. Dan benda-benda ini masih kupakai hingga sekarang.

Diriku yang realistis mengambil alih semuanya dan memutuskan sudah waktunya berpisah dengan segala sesuatu yang tidak aku kenakan selama 5 tahun terakhir. Aku membereskan dan menumpuknya kemudian berniat memberikannya kepada orang lain. Segunung benda aneka rupa, dan rasanya aku seperti menjadi manusia baru, Hidupku teratur, ah.. ya paling tidak lemari pakaianku.

Aku memilah semua benda yang aku rasa sudah menggumpal dan menyumbat pembuluh darah di kamarku. Aku seperti wanita yang kerasukan membereskan setiap sudut, lemari pakaian, laci meja belajar, rak buku, juga box barang barang lama dikamarku.

Aku membuang sarung tangan dan kaos kaki yang tidak berpasangan, aku mulai memilah benda-benda lamaku, semuanya pelan-pelan dengan mengajukan empat pertanyaan kepada diriku sendiri. ; 


Apakah berguna ? Apakah Indah ? Apakah menambah makna kepada hidupku saat ini ?? Jika benda-benda ini digratiskan pada suatu obralan, apakah ada yang akan mengambilnya ? 



Pertanyaan terakhir berfungsi sebagai serum kebenaran.

Aku lalu mengambil Kardus kosong yang berukuran agak besar lalu mengisinya dengan hasil pilahan satu demi satu, ada yang berencana kuberikan ke anak perempuan, tetanggaku. Rok spandek selutut juga dress yang hampir tidak pernah aku pakai lagi. Ada juga yang ingin kukirim ke rumah keponakanku, yaa keponakanku , anak pertama dari kakak laki-lakiku. Sebuah piama, dan cardigan yang ukurannya kecil, juga beberapa bonekaku, buku-buku bacaan yang menurutku akan berguna untuknya.


Kamarku terasa seperti siap digunakan lagi, aahhh.....aku merasa sangat lega. 



Memilah barang-barang lama kemudian menyingkirkannya ataukah diberikan kepada yang lebih membutuhkan (akan mereka butuhkan) membuat kita melepaskan masa lalu membuat kita membuka ruang bagi masa depan. 

Lalu untuk apa saja kita membuka ruang ?? Cara-cara baru untuk mengalami kenikmatan dan romansa, kreativitas dan ketenangan,  Hobi baru, teman-baru, juga sebuah tujuan baru.


Kadang akan terasa perlu membuang sesuatu yang berlebih dengan begitu kita dapat merangkul apa yang memiliki esensi ; indah, bermakna dan meningkatkan hidup kita. Ketika akhirnya kita dapat melepas diri dari masa lalu, pelan-pelan kita kan menemukan diri saat ini dan diri yang kita inginkan.




Kamis, 14 Agustus 2014

...Berilah waktu kepada waktu





Pada mulanya saudara iparku, teman-teman sosial media yang telah berkenan membaca blog pribadiku mengirimiku email, mereka semua ingin tahu apakah aku mempunyai rahasia hidup. Awalnya aku mengacuhkan semua email-email yang berisi pertanyaan-pertanyaan itu, namun kemudian aku berpikir mungkin semesta sedang mencoba mengatakan sesuatu kepadaku, apakah rahasia dari uang, relasi dan kebahagiaan ??? 

Sebenarnya ini bukanlah rahasia, ada satu kekuatan. Ada satu hukum. Hukum tarik-menarik, mungkin itulah ungkapan sederhana dariku, kita dapat menarik segala sesuatu yang datang ke dalam hidup ini.

 Hidup, adalah kita  dengan pikiran-pikiran yang kita pelihara dan kita yang menciptakannya.


Sahabat Karibku, mempunyai kata-kata luar biasa ; “ Hidup ini keras, pakailah helmmu !” Ternyata dia benar, dia tidak pernah main-main dengan kata-katanya. Kadang-kadang kita memang membutuhkan helm untuk bertahan melewati tanjakan dan turunan, kelokan dan putaran, goyangan dan guncangan serta rem mendadak. 



Dan itu baru di jam sibuk lalu lintas dipagi hari, belum kejadian yang lainnya. Rahasia yang paling utama lagi adalah tidak terlalu terikat pada kehidupan jenis apapun, yang baik ataupun buruk.  Saat-saat baik akan datang dan pergi. Saat-saat buruk akan datang dan pergi.  Tugas kita adalah berpegang kuat-kuat pada salah satunya dan memerangi yang lainnya, tetapi memperbolehkan keduanya mengajari dan momoles jiwa dan hidup kita. 

Pepatah yang selalu kugunakan setiap suatu masalah datang, ataukah sedang menghadapi saat-saat yang buruk “ life must go on” ini juga akan berlalu. Dan memang kebanyakan orang juga memikirkan ini, namun tidak ingin menggunakannya untuk saat-saat baik, kita tidak ingin membiarkan saat-saat baik berlalu, kita ingin membuatnya bertahan selamanya, tetapi cepat atau lambat segala sesuatunya akan berubah. 

Hidup ini seperti menaiki rakit disungai dan membiarkannya membawa kita melewati air yang bergolak dan air yang tenang, memercayai aliran sungai.  Terlepas dari analogi diatas, bagiku hidup ini adalah perjalanan yang liar sekaligus indah. 

Kekacauan akan datang, ketenangan akan muncul sesudahnya, lalu semuanya akan dimulai lagi dari awal, Yang ku lakukan cuma satu ; menikmati perjalanan. Kata-kata Albert einsten bahwa ; Hanya ada dua cara untuk menghidupi hidup anda. Yang satu adalah hidup seakan-akan keajaiban itu tidak ada. Yang lain adalah seakan-akan segala sesuatu adalah keajaiban.

Hidup adalah keajaiban, bagiku


Kadang-kadang keajaiban itu datang dalam keemasan yang dibungkus seperti kesalahan besar. Kuncinya mungkin adalah belajar menemukan keajaiban di tengah kekacauan. Aku pun terus mencobanya, aku menulis niat-niatku, memecahnya menjadi tujuan-tujuan dan sasaran. Merekatnya di tempat yang mudah dilihat, membacanya keras-keras, menghirupnya dan menghembuskannya bersama napasku, membayangkan semua itu terjadi.

Aku berjanji untuk lebih banyak minum air putih, lebih banyak meluangkan waktu untuk orangtua, keluargaku, membayar dengan tunai setiap kebutuhanku daripada dengan kartu kredit, menjadi pasangan yang lebih ramah untuk kekasihku, Menjadi tante yang baik untuk keponakanku. Aku suka menulis, maka aku menulis. 

Yaa Aku sangat menyukai tulisan maka dari itu aku menulis ini untuk email-email pertanyaan tentang rahasia kehidupanku, ada begitu banyak kehidupan yang dijejalkan ke dalam retakan-retakan satu hari kecil,  kita bisa membuat seseorang tertawa, tersenyum, berharap, menyanyi, berpikir. 



Hari yang terpenting bukan sekedar ulang tahun, hari jadian, hari ulang tahun pernikahan,hari lebaran, hari natal, atau hari kelulusan. Tetapi hari dimana ketika kita masuk, dan menghidupi satu hari saja sepenuh-penuhnya. 



Hidup adalah anugerah, Hidup ini hadiah tapi tidak diikat dengan pita, kemudian berilah waktu kepada waktu.
Hanya itu rahasiaku.






Custom Post Signature