Image Slider

Kamis, 23 Juli 2015

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..



Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..

Mungkin tak pernah sempat terpikirkan di benakku aku akan menjatuhkan hati kepadamu setelah pertemuan kita sore itu, sebuah perkenalan sederhana kita saling bertukar kata di sebuah  restoran, obrolan yang sederhana namun sarat makna, sampai akhirnya kita pelan-pelan ; aku dan kamu menjadi saling mengenal tapi belum terlalu dalam, banyak hal yang kau ceritakan kepadaku, tentang alur kehidupan, tentang masa-masa kecilmu, tentang hal yang kau sukai, hal yang tidak kau sukai, demikian juga aku kepadamu. Nyatanya aku jatuh pada obrolan pertama kita.


Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
            Aku selalu ingat masa-masa itu, masa-masa awal perkenalan dan pertemuan kita hingga kini kita masih saling belajar untuk memahami satu sama lain.
Sayang,
Suatu hari nanti kita akan disibukkan oleh urusan masing-masing, saat dimana cinta dan setia adalah taruhan, yang dulunya jarak menjadi ringan bagi kita berdua, suatu hari nanti akan ada masanya jarak menjadi keresahan terbesar, kita akan di hantam rasa yang tidak karuan. Kelak (mungkin) aku akan lupa mengabarimu, kamu pun akan lupa mengabariku karena kesibukan kita masing-masing, mungkin kamu akan lupa membalas pesan singkatku karena banyaknya pekerjaanmu, aku hanya ingin kamu ingat dan tetap percaya bagaimana kita telah melalui waktu yang tidak singkat ini,  ingatlah bahwa ; kita adalah sepasang hati yang berjuang sepenuh hati.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
            Sayang, percayalah tidak akan ada yang membuat kita tetap kuat melalui semuanya, selain tetap percaya dan terus belajar menjaga. Kita punya tujuan yang sama, apapun yang kamu lakukan saat ini adalah untukku, demikian pun aku, dan kita di masa depan nanti. Dan berbagai hal yang kamu perjuangkan sepenuh hati adalah hal terbaik kelak.
Tetaplah percaya..

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
Mungkin kau akan bertanya-tanya dalam hatimu. Saat melihat tulisan-tulisanku, di blog, di akun sosial mediaku, dan apa saja yang aku tulis, hampir semuanya adalah tentangmu, kamu pasti merasakannya. Tulisan-tulisan yang aku tulis tentang perasaanku hanya agar kamu mengerti bahwa ada hati yang harus kamu jaga, kurang lebih perasaan cinta memang adalah perkara kata dan rasa, dan lewat tulisan ini tak bosan-bosannya ku katakan itu.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
            Rasanya memang lucu, saat kamu tidak disampingku aku merasa waktu seakan melambat, namun ketika mata kita saling bertemu untuk melepas rasa sesak di dada karena kehadiran yang jauh di pelupuk mata, rasa kangen ini, entah mengapa waktu melaju begitu cepat seperti memakai Nos, Tapi tidaklah mengapa karena sepertinya ini adalah seni dari dua orang yang sedang berjuang mencinta. Aku sungguh menikmati perasaan ini, perasaan yang ku biarkan mengalir dengan tenang, justru inilah yang membuatnya menjadi manis, jarak akan membuat kita saling bergerak, jarak akan memberikan kita ruang untuk saling berjuang, membuat rinduku terus tumbuh.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
                   Bagiku Menjadi bahagia adalah pilihan karena hidup ini adalah wewenang dari masing-masing kita dan aku memilihmu. Meski butuh waktu yang tidaklah singkat sampai aku akhirnya memantapkan hati memilihmu menjadi pendampingku (kelak), memutuskan menerima lamaranmu, memilihmu menjadi laki-laki yang akan terbangun di sisiku pada suatu pagi, memilihmu menjadi laki-laki yang ku peluk erat saat dunia ini seakan meremukkan semangatku, memilihmu menjadi laki-laki yang akan menghabiskan waktu luangnya denganku saat dunia ini mengacuhkanku, memilihmu menjadi laki-laki yang akan menjadi Bapak dari anak-anakku kelak, memilihmu menjadi laki-laki yang akan menggenggam jemari ini sampai kulit kita sama-sama mengeriput, memilihmu menjadi laki-laki yang ku cinta setengah mati.. hingga salah satu dari kita mati.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
                   Aku ingin apa yang kita jalani bersama tidak membuat beban di kepala kita, biarlah semuanya seimbang agar tidak membuat kita berdua kelelahan, suatu saat nanti ada saatnya kita akan saling berbagi dunia lebih dalam lagi, biarlah sekarang tetap pada porsinya, kamu yang tidak pernah mengirimkan kalimat-kalimat romantis di inbox ponselku bahkan jarang sekali memberi kejutan romantis seperti pasangan lain di luar sana, biarlah mereka dengan dunianya, dan kita tetap pada dunia kita, karena mungkin bagimu cinta adalah perihal rasa, cukuplah hati kita yang tahu, menjadikan arti cinta dan sayang itu adalah hal yang perlu di tunjukkan bukanlah sekedar di katakan, bahkan ketika aku bertanya ;

“Sungguhkan kamu menyayangiku ?”
” Seberapa berartinya aku untukmu ? “
kamu hanya menjawab
“tidak, aku tidak sayang..  justru karena aku tidak sayang maka aku menemui orangtuamu dan melamarmu”
Saat itu Aku hanya bisa terdiam memandangimu dengan pipi yang memerah juga merekahkan senyuman kecil di sudut bibirku.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
Cintailah aku sejadi-jadinya dengan caramu..
karena sebenarnya kamu yang paling tahu.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
Sungguh hatiku cuma mau kamu.



@moccachinta ~
Rabu, 15 Juli 2015

Dokter Muda dan Nikah Muda





Hai, blog…
 Rasanya random ingin mulai dari mana cerita kali ini, hari-hari yang banyak berubah, cara berfikir yang semakin jauh ke depan, statusku kini adalah “calon istri orang” , rasanya masih seperti mimpi sih, aku kadang tidak percaya kalau telah di lamar oleh seorang pria, tapi memang ini adalah impian, yaa tentang impian menikah dengan seseorang yang tercinta. Aku selalu ingat kata-kata kakak sore itu ketika kami berdiskusi tentang “pernikahan,  “Aku tidak ingin menunggu jatuh cinta kemudian menikah,tapi aku ingin membangun cinta dengan menikah” dan itu ingin ku bangun dengan kamu, yaa kamu” . Hari-hari berlalu begitu cepat sampai pada di masa aku dan kakak sempat terpisahkan untuk sementara waktu karena kesibukan dan jarak membuat kami semakin bersekat, akan tetapi bagiku apalah arti jarak, sejauh apapun jodohmu (seseorang), jika memang ia adalah milikmu maka ia akan menjadi milikmu, namun jika seseorang itu bukan milikmu (bukan takdirmu) meski ia sedekat urat nadimu, ia tak akan pernah menjadi milikmu.

 Aku selalu percaya Tuhan memang perencana yang baik, sebaik-baiknya rencana adalah rencana-Nya, kemampuan seorang hamba hanya berikhtiar , kami pun sama-sama berjuang demi satu hal yaitu “bersama” bersatu dalam ikatan yang di ridhoi Allah. Yaa, Aku tidak apa-apa menghadapi macet sendirian, aku tidak masalah jika harus makan siang sendirian, sampai jalan-jalan di shopping centre sendirian, tapi untuk urusan cinta, memperjuangkan cinta jangan pernah sendirian .

 Hari-hari sebagai dokter muda memang banyak menguras pikiran dan energi yang luar biasa, sepertinya ini berbanding lurus dengan hari-hari menunggu engagement day-ku dengan kakak, banyak sekali persiapan yang harus dilakukan setelah lamaran privat ke keluarga, katakan saja ceremonial-day nya kalau dalam bahasa bugisnya “Mappetuada”, sekarang kami menunggu Hari Mappetuada resmi dan banyak sekali yang berdua harus kami siapkan mulai dari nyari cincin tunangan, cocokin designnya sama keinginanku, mesan dessert table buat jamuan, foto buat invitation flayers, yang gawatnya kami berdua itu sama-sama sibuk, aku sibuk di Rumah sakit, kakak sibuk ngantor ngurusin JKN, entah kok aku jadi rentan stress menghadapi ini, Alhamdulillah kakak selalu mengingatkan “eh, engagementnya semakin dekat loh, jangan lupa bahagia ya dek” kadang-kadang juga kalau lagi teleponan malah doi yang  bilang “ sebentar lagi ya, duh kok aku stress ya syg” hahahaa.. nah, kan gantian.
Urusan jodoh memang sebuah misteri, semua akan terungkap jika waktunya tepat. Aku tidak pernah menyangka akan menghadapi hari-hari seperti ini di usia 23 tahun, dulu aku kiranya aku bakalan menikah di umur 26 tahun atau 28 tahun, eh, ternyata jodohnya datang lebih cepat dari yang dibayangkan, Aku memutuskan menerima lamaran kakak karena aku tahu dia sosok yang bisa ku andalkan suatu hari nanti, ketika kami punya keluarga, kakak yang sejauh ini selalu mengarahkanku, memberi masukan terhadap diriku, kakak orang yang mandiri, meski kami berdua sama-sama anak bontot di keluarga tapi kami tidak manja. Yaa manja sih boleh saja, asal pada tempatnya, kamu manja aja yaa nanti sayang, manjanya sama aku, wkwkk.

Sama kakak, aku tahu apa yang aku butuh bukan hanya sekedar pengen. Sama dia aku punya semangat yang lebih baik, sama kakak aku tahu betapa berharganya waktu dari pada harta di dunia, sama kakak aku jadi wanita yang lebih sabar, sama kakak aku belajar banyak hal, demikian pula dengan mengenal keluarganya, ayah-ibu kakak yang begitu hangat, saudara-saudara kakak, aku bersyukur bisa mengenal mereka, sama kakak aku bahagia.

Dokter muda lagi siap-siap nikah muda.. :D 


Custom Post Signature