Image Slider

Sabtu, 29 Desember 2018

Lady Speed Stick 48 jam Anti Bau Keti

Di penghujung tahun 2018, semoga saja bukan hal yang absurd kalau kita membahas tentang dunia perketian, Eits jangan salah lho sebagai perempuan yang aktif dengan banyak aktifitas penampilan kita harus selalu terjaga, yaitu bersih dan wangi. Jangan sampai masalah keti mengganggu hari kita yang sudah terjadwal dengan rapi. Mulai dari pagi hingga petang terkadang kita masih berada di luar rumah untuk menyelesaikan banyak tugas. 

Seperti saya ketika mendapat jadwal shif malam sebagai dokter emergency, itu berarti sejak pukul 2 siang sampai esok harinya lagi, saya harus stay di Rumah Sakit. Bergerak, memeriksa pasien baru, menangangi pasien gawat darurat dengan cepat dan tanggap. So, pasti akan membuat kita berkeringat. Nah, jangan sampai pas keringetan itu eh ternyata bau keti, kan Zonk jadinya.

Tentu sebagai dokter kita juga harus memiliki kepercayaan diri dengan penampilan kita. Jangan sampai ketika kita berinteraksi dengan orang lain dalam hal ini pasien, mereka menjadi tidak nyaman dengan kita, juga rekan kerja kita, jangan sampai mereka menjaga jarak dengan kita karena hal itu tådi. Sehingga memilih deodorant adalah hal penting bagi saya, menemani saya beraktifitas setiap harinya, kalau saya sih mending gak sempat  ngalis dari pada gak sempat pakai deodorant ketika harus keluar rumah. 

Semenjak saya pakai Lady Speed Stick, jujur saya udah gak khawatir lagi jika harus berkeringat, beraktifitas di luar ruangan dalam waktu yang lama, seharian saya dapat bebas bergerak, kelembaban ketiak jadi terjaga karena formula lady speed stick ini mampu mengontrol keringat. Jadi, gak perlu risih kalau harus berkeringat. Lady Speed Stick, saya tahu dari salah satu Beauty Vlogger yang tanpa sengaja saya nonton reviewnya, akhirnya saya pun tertarik untuk mencoba karena rasa penasaran, soalnya selama ini kalau pakai deodorant yang biasa seperti Re***a gak ngasih efek ke saya, masih tetap aja klo keringatan tuh pasti lembab banget. Akhirnya saya pun mencoba Lady Speed Stick dan  sudah saya repurchased 5 kali, dari pengalaman saya sendiri, emang benar lady speed ini sangat bekerja di saya, deodorant yang menurutku ajaib. Waktu itu saya belinya di Watsons Mall Panakukkang dengan harga Rp. 38.000,- 

Oh iya, variant produk ini ada berbagai variant aroma, ada yang wangi orchard, jasmine,rose tergantung selera teman-teman pengen yang mana, sesuai namanya Lady Speed Stick, deodorant ini berbentuk stick yaa, tapi ada sedikit kekurangannya sih, kadang saat mandi tuh kalau kita ngegosok bagian keti, kita masih sering ngerasain ada emulsi jadi pas mandi tuh harus benar-benar dibersihin bagian ketinya. Bisa pakai shower atau sponge mandi yang teman-teman punya.



Pict By LadySpeedStick Official

Gimana teman-teman, tertarik untuk mencoba juga gak ?? Sampai lupa, Saya mau ngucapin selamat menyambut tahun baru 2019 yaa untuk semua, selamat ngumpul-ngumpul sama keluarga tercinta, ada yang ngumpul sama orang-orang terkasih, kawan-kawan lama. Apapun itu rencana kalian jangan lupa sediakan amunisinya ya, biar bau keti gak mengganggu :D
Have a nice day everyone…
Kamis, 27 Desember 2018

27 dan Calon Advokat

Jika ada hal yang mutlak untuk saya syukuri di usia saya ke-27 adalah karunia kesehatan hingga detik ini, seorang suami yang penyayang, rekan-rekan sepermainan yang penuh hal-hal baik juga keluarga yang senantiasa hadir di saat-saat genting. Rasa syukur yang tiada henti-hentinya bertasbih dalam sanubari mengingat perjalanan yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada saya. 







Dimana suami saya kini telah memasuki semester akhir dalam pendidikannya menempuh PascaSarjana, yang berjalan beriringan dengan Pendidikan Khusus Profesi Advokat yang ia jalani. Sejujurnya ini bukan hal yang mudah baginya, karena dia harus sebisa mungkin pandai mengatur waktunya mengikuti jadwal perkuliahan tanpa harus mengganggu kewajibannya sebagai abdi negara. Bagi saya tidak pernah ada kata terlambat dalam menuntut ilmu, karena setiap dari kita memiliki waktunya masing-masing, saya pun demikian. Memperlambat sedikit laju hidupku dan memberi waktu kepada bapak dari anak-anakku merasakannya lebih dulu. Setelah itu gantian yaa. Bapak mertua saya bilang “ Perlindungan terbaik di saat-saat sulit adalah menuntut ilmu di saat-saat mudah. Jadi, berikanlah perlindungan terbaik untuk dirimu hari ini “
 Tugas akhir perkuliahannya menunggu untuk diselesaikan, draf-draf tesis menunggu diolah agar dapat maju ujian tepat waktu. Selamat karena telah ada di titik ini.

Bolehkah kita rayakan sejenak agar penat tidak merusak semangat ??
Yuk, makan nasi goreng kambing di perempatan.




Rabu, 26 Desember 2018

Pentingnya Memakai Tabir Surya






Memakai pelembab dan tabir surya adalah sebuah kewajiban bagi saya. Apalagi ketika hendak beraktifitas di luar ruangan. Selain fungsinya sebagai barrier ataukah lapisan lini depan dari jahatnya sinar matahari, Tabir surya juga mempunyai fungsi sebagai anti oksidan bisa dikatakan dapat mencegah penuaan dini pada kulit. Semenjak saya ikut suami pindahan ke Pulau Buton ini, frekuensi saya memakai tabir surya menjadi dua kali lipat dibandingkan masih bertempat tinggal di makassar. Ya..dikarenakan di sini hampir bisa dikatakan 60 % adalah daerah pesisir yang menyebabkan udaranya terasa lebih panas. 

Beberapa brand kosmetik lokal pun sekarang-sekarang ini lagi gencarnya mengeluarkan produk suncare / sunscreen sebagai bentuk campaign betapa pentingnya memakai tabir surya untuk melindungi kulit sejak dini. Saya sih orangnya penggemar lokal produk aja, apalagi kalau urusan skincare. Dan bahagianya selama pemakaiannya saya masih cocok-cocok aja, gak ada reaksi yang berlebihan seperti panas, gatal hingga alergi terhadap tabir surya lokal yang saya pakai. 

Sepanjang sejarah perawatan kulit saya pun, bisa dibilang tidak pernah sama sekali saya menggunakan krim-krim racikan yang dijual bebas yang dengan mudahnya kita temukan agen-agen penjualannya di Sosial Media, saya pun tidak pernah bergantung dengan ahli kulit karena sering merasa cemas jikalau kulit saya akan menjadi kecanduan. Beberapa brand lokal yang skincarenya menjadi favorit saya adalah produk tabir surya Wardah, Nivea dan Acnes. Ketiganya akan saya Repurchased di tahun 2019 nanti.


Wardah SunCare Sunscreen Gel SPF 30 mengandung Skin Protector PA +++ , With Aloe Vera, Vit.E dan Pro Vit. B5.
Klaim produk ini mempunyai 2 manfaat yaitu :

-       Melindungi ; Filter UVA dan UVB (SPF 30 +++) Mencegah pengaruh buruk sinar matahari serta Vit E sebagai anti oksidan)
-       Melembabkan ; Ekstak Aloe Vera dsn Pro Vit.B 5 menjaga kelembaban kulit.
Sunscreen Wardah sejauh ini cocok di kulit saya, saya suka sekali dengan formulanya yang ringan dan sangat cepat menyerap di kulit. Tidak butuh waktu lama untuk melanjutkan ke step make up selanjutnya seperti memakai BB cream atau CC cream.
Produknya juga mudah didapatkan kok di Apotek seperti Guardian, Century,  serta Grocery seperti Hypermart dan Lottemart. Harga terakhir produk ini sewaktu saya membeli di Hypermart itu sekitar Rp.24.800,-


Nivea Sun Protect & Moisture Sun & Collagen Protection mengandung SPF 50 PA ++ UVA UVB Protecting System Non Sticky, Water Resistant.
Klaim Produk ini yaitu :

-       Care : Intensive and long lasting moisture, Help to reduce risk of sun allergic.
-       Protection : Optimum UVA UVB, Sunburn and premature aging, Non sticky and water resistant.
Nivea Sun saya pakai itu kalau aktifitas di luar ruangannya lebih dari 5 jam, dimana harus terpapar sinar matahari terus-terusan, misalnya kalau lagi rekreasi sama keluarga, berenang, lagi ikut kegiatan outbound, sepedaan sore-sore, pokoknya aktifitas yang mengharuskan kita berkeringat baru deh Nivea Sun ini saya aplikasikan di muka dan bagian-bagian tubuh yang harus dilindungi. Terlebih karena Kandungan SPFnya yang lebih tinggi dari produk tabir surya saya yang lain, Formula Nivea Sun ini water resistant dan tidak lengket jadi tidak perlu khawatir jika harus berkeringat ataukah nyemplung ke kolam renang. Terakhir saya belinya di Apotek Guardian dengan harga Rp.165.000,-

Acnes Treatment Series UV Tint SPF 35 PA +++
Klaim produk ini :

-       Acne care ; merawat kulit yang berjerawat, SPF 35 +++ melindungi kulit dari UVA dan UVB, menjaga kelembaban kulit.
-       Base make up : dapat digunakan sebagai alas bedak atau dasar make up.
Acnes UV tint ini saya pakainya kalau kulit wajah lagi breakout saat menstruasi datang, yaa maklumlah faktor hormonal untuk perempuan, saat siklus haid datang terkadang jerawat-jerawat nakal suka nongkrong di muka kita. Kalau udah begitu baru deh saya pakai Acnes sebagai tabir surya, dikarenakan cocok dipakai saat kulit sedang berjerawat dan membantu merawat kulit ketika berjerawat. Formulanya itu beda dari kedua tabir surya yang di atas, Acnes UV tint ini seperti ada campuran BB creamnya gitu, tapi tenang aja formulanya tetap ringan dan ketika kita pakai cepat banget nyerapnya di kulit. Saat itu belinya di Watsons Mall Panakukang Makassar harga Rp.50.100,-.


Nah, gimana teman-teman.
Penting banget kan pakai tabir surya setiap harinya, yuk lindungi kulit kita sejak muda, agar tetap cantik dan sehat.

Ada yang samaan gak dengan sunscreen saya  di atas ??





Minggu, 15 April 2018

HELLO, BAU-BAU









Perpindahan ( Re : mutasi ) bukan lagi suatu yang asing bagi saya dan pak suami. Sebelum kami menikah dia terhitung sudah dua kali berpindah kantor cabang. Ya.. beginilah mungkin seorang abdi negara yang harus siap sedia kapan saja. Apalagi bagi yang usianya masih muda-muda seperti usia suami sekarang dan memang banyak sekali pegawai yang mengalaminya. Terlebih itu di instansi di tempat suami bekerja. Yang muda ke daerah dulu lah cari pengalaman dan belajar lebih banyak, biar yang senior-senior kembali ke keluarga besar dan dekat dengan perkotaan.

Hari itu 9 April dini hari saya menjalani aktifitas rumah tangga seperti biasanya tentu saja tanpa firasat apa-apa. Setelah adzan subuh dan setelah menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, saya begegas menyiapkan air mandi untuk suami ( dia memang lebih suka mandi air hangat saat pagi hari), menyiapkan sarapan, merapikan barang yang akan dibawanya ke kantor, termasuk membuatkan cemilan untuk makan siang.

Sebagai ibu rumah tangga yang belum memiliki buah hati, sekarang ini suami menjadi prioritas utama saya. Sebisa mungkin dia harus makan masakan saya setiap hari. Kalau lagi gak mood sarapan yaa musti bawa bekal. Kalau lagi males bawa bekal tetap saya paksa hahaha( salah satu cara saya biar dia kangen  terus sama istrinya dan manjur :D)

Kebetulan hari ini ada janji dengan istri-istri teman suami untuk pertemuan bulanan. Sebut saja sih arisan, sesudah arisan saya mampir di kantor pak suami untuk sholat ashar bersama ibu-ibu yang lain sekalian menunggu suami selesai jam ngantor. Padahal jarang banget saya mampir ke kentornya, tumben hari jumāt ini lagi pengen aja pulang bareng.

Akhirnya saat di mushola saya bertemu sama paksu yang pengen sholat juga, tapi saat itu saya udah selesai dengan ibu-ibu yang lain.

Habis sholat kita bicara ya “


Saya tentu saja kaget, lho ada apa ini. Gak biasanya suami saya seserius itu





Bismillahirahmanirrahim. Off to Bau-Bau.
Bersama akan terasa lebih mudah.


Beberapa menit kemudian

“ Ini lho dapat SK pindahan lagi
“ Ha… pindah lagi, padahal belum dua tahun di sini
“ Iya, ke Sulawesi tenggara , buton tengah“
“ Itu dimana ???
“ Pokoknya nanti ikut ya.. kali ini kamu harus ikut.

Siklus perpindahan suami bisa dibilang lumayan sering di lima tahun terakhir ini. Pertama kali di Kabupaten Polewali, lalu kota Mamuju Sulawesi barat, kemudian Mutasi Ke Kota Makassar lalu kini pindah lagi ke Sulawesi tenggara, kepulauan Buton.


Kurang lebih 1,5 tahun saat di Makassar kemarin saya senang sekali rasanya, soalnya bisa silaturrahim dengan keluarga-keluarga besar, hadir ke acara-acara sepupu, keluarga, teman dan yang pasti sih bisa jalan-jalan menikmati kuliner makassar bareng-bareng. Huhuhu







Mendapat promosi dari kantor dengan konsekuensi ditempatkan di daerah terpencil jujur saja merupakan suatu tantangan. Apalagi dengan embel-embel (kepala) dan jabatan itu merupakan sebuah tanggung jawab. Suka gak suka harus dijalani, mau gak mau harus dihadapi. Karena semua demi negara, semua demi pelayanan kepada masyarakat.

Akhirnya jumāt 13 april kami berangkat ke Kota Bau-Bau, Kepulauan Buton dengan segala Doa restu dari keluarga kami juga panggilan kantor cabang yang sudah tidak bisa menunggu lagi, menginginkan kami untuk segara berada di kabupaten buton tengah.


Makassar ke Kota Bau-Bau dapat ditempuh dengan pesawat udara sekitar kurang lebih 50 menit. Dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar --- Bandara Betoambari, Bau-Bau. Pesawat yang terbang ke sana hanya jenis ATR.






Karena belum tahu situasi dan kondisi di sana, selama beberapa hari kami menginap dulu di sebuah hotel. Sambil pak suami mencari lokasi untuk kami tinggali. Saya sendiri baru pertama kali sih ikut dia ke tempat tugas, waktu di Sulbar kemaren. Saya gak ikut karena dia kasihan, masih gak tega misahin saya sama mama. Hahaha( saya dan mama emang deket banget, tidur saja masih bareng sampai sekarang, kalau dulu pak suami lagi keluar kota, dia pasti selalu nemenin saya tidur)






Bicara tentang Buton, baru tiga hari di sini, kulitku rasanya kering banget, jadi lettek gitu. Apa mungkin karena di sini wilayahnya dominan pesisir pantai ya ? hmm.. saya ngerasain sih kalau emang cuacanya lebih tinggi dari makassar, kalau di sini jam 10 pagi, hampir sama dengan jam 1 siangnya makassar. Jadi Musti  wajib nyetok pelembab dan Sunscreen selama di sini. Biar kulit gak rusak karena efek buruk sinar matahari.





Hal yang kami lakukan setelah serangan panik mereda akibat efek pindahan, itu..


1    Mencari Kontrakan ( Di bau-bau kami gak punya sanak saudara)

2     Mengunjungi Pasar Traditional ( Untuk buibuk ini penting banget)

3    Nyari tempat isi air galon yang recommended

         Cek Lokasi ATM Centre terdekat

5    Cek Lokasi kios barang campuran

6    Cek Lokasi tempat laundry recommended ( persiapan kalau musim hujan tiba)

7    Cek Lokasi kantor-kantor Urgent ( PLN, PDAM, Kantor Polisi, Grapari Tekomsel)

8    Cek Lokasi penjualan alat-alat pertukangan

9    Cek Lokasi penjual makanan jadi (persiapan buibuk kalau lagi gak sempat masak)


      Sosialisasi sama tetangga dan belajar menghapal jalan-jalan yang penting. ( Termasuk hapal alamat rumah kontrakan)




Cerita saya selama mendampingi pak suami akan kulanjutkan lagi kalau sudah banyak tahu tentang kota ini, soalnya belum bisa cerita banyak kalau belum jalan-jalan selama di sini. Di Kepulauan buton ini dari hasil pencarian saya di Wikipedia ternyata banyak tempat-tempat wisata keren yang musti di kunjungi, selain pantai lakeba yang pernah saya datangi.

Nah, teman-teman punya pengalaman juga gak ? ketika harus berada jauh dari rumah. Menjalani hari-hari di perantauan. Sepertinya perpindahan kali ini akan punya makna tersendiri bagi saya dan suami, meski tidak jarang suatu saat akan menyisakan rasa pahit dan manis.






------Bersambung-----



Custom Post Signature