Kamis, 27 Desember 2018

27 dan Calon Advokat

Jika ada hal yang mutlak untuk saya syukuri di usia saya ke-27 adalah karunia kesehatan hingga detik ini, seorang suami yang penyayang, rekan-rekan sepermainan yang penuh hal-hal baik juga keluarga yang senantiasa hadir di saat-saat genting. Rasa syukur yang tiada henti-hentinya bertasbih dalam sanubari mengingat perjalanan yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada saya. 







Dimana suami saya kini telah memasuki semester akhir dalam pendidikannya menempuh PascaSarjana, yang berjalan beriringan dengan Pendidikan Khusus Profesi Advokat yang ia jalani. Sejujurnya ini bukan hal yang mudah baginya, karena dia harus sebisa mungkin pandai mengatur waktunya mengikuti jadwal perkuliahan tanpa harus mengganggu kewajibannya sebagai abdi negara. Bagi saya tidak pernah ada kata terlambat dalam menuntut ilmu, karena setiap dari kita memiliki waktunya masing-masing, saya pun demikian. Memperlambat sedikit laju hidupku dan memberi waktu kepada bapak dari anak-anakku merasakannya lebih dulu. Setelah itu gantian yaa. Bapak mertua saya bilang “ Perlindungan terbaik di saat-saat sulit adalah menuntut ilmu di saat-saat mudah. Jadi, berikanlah perlindungan terbaik untuk dirimu hari ini “
 Tugas akhir perkuliahannya menunggu untuk diselesaikan, draf-draf tesis menunggu diolah agar dapat maju ujian tepat waktu. Selamat karena telah ada di titik ini.

Bolehkah kita rayakan sejenak agar penat tidak merusak semangat ??
Yuk, makan nasi goreng kambing di perempatan.




Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Custom Post Signature