Rabu, 04 Desember 2019

Apa Itu Demam Tifoid ?


Hollaa sahabat Healthies
Apa kabarnya hari ini ? semoga semuanya selalu sehat ya.
Di Penghujung tahun ini jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan yah agar selalu sehat sehingga bisa merayakan hari-hari spesial bersama keluarga tercinta.
Nah, kali ini saya pengen berbagi informasi nih seputar Demam Tifoid dimana penyakit ini merupakan penyakit menular dan bisa menyerang siapa saja. 
Yuk, simak pembahasannya.

Apa Itu Demam Tifoid ? 

Penyakit Demam Tifoid atau yang dikenal oleh awam dengan istilah Sakit Tifus merupakan penyakit infeksi yang mudah menular dan dapat menyerang banyak orang. Penularannya bisa melalui air atau makanan yang tercemar. Penderita tifus bisa menjadi sumber penularan. Sebab, penderita dapat mengeluarkan sepuluh juta kuman dalam setiap gram tinja yang dikeluarkan saat buang air besar. Jadi, seandainya penderita tifus buang air besar di sungai, maka sekian juta kuman tifus akan ikut mengalir dan siap mengeluarkan ke orang lain yang memanfaatkan air sungai tersebut.

Penyakit demam tifoid umumnya disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi, Salmonella Paratyhpi A dan Salmonella Paratyphi B. Kadang-kadang juga dapat disebabkan oleh jenis salmonella yang lain, namun demam tifoid yang disebabkan oleh Salmonella Thypii lah yang cenderung berkembang menjadi penyakit yang lebih berat. Seseorang yang sembuh dari demam tifoid dan masih terus mengeluarkan kuman penyebab tifus dalam tinja dan air kemih selama lebih dari satu tahun dinamakan pembawa demam tifoid.

Bagaimana Gejala Klinis Demam  Tifoid ?

Gejala klinis penderita tifus bervariasi, mulai dari yang ringan hingga sukar didiagnosis, sampai yang gambarannya khas dengan komplikasi dan menyebabkan kematian. Dalam minggu pertama, keluhan dan gejalanya hampir mirip dengan penyakit infeksi akut yang lain, misalnya demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, mual, muntah, penurunan nafsu makan, susah buang air besar atau malah terjadi diare dan perasaan tidak enak di perut, kadang-kadang juga penderita mengeluh batuk.

Pada minggu kedua, mulai muncul gejala yang lebih jelas seperti demam pada sore hari, bradikardi relatif( denyut nadi tidak sama dengan suhu tubuh) artinya suhu tubuhnya tinggi namun denyut nadi tetap pelan, Permukaan lidah yang khas untuk penderita tifus (kotor dibagian tengah, bagian tepi berwarna merah). Pada sebagian penderita mengalami pembesaran organ hati atau limpa. Jika muncul komplikasi yang berat maka bisa menyebabkan penurunan kesadaran, mulai dari mengantuk hingga meracau.



Pemeriksaan Laboratorium Apa Saja Yang Diperiksa ?

Untuk bisa menegakkan diagnosis yang tepat perlu dilakukan tes sel darah putih (Leukosit), fungsi hati dan kultur darah. Penderita yang dirawat dengan tifus, hasil pemeriksaan sel darah putihnya (leukosit) bervariasi, bisa meningkat, normal, atau bahkan turun. Sementara dalam te fungsi hati, hasilnya sering kali meningkat. Adapun biakan kultur darah biasanya dapat dilakukan di Rumah Sakit Besar yang memiliki fasilitas dan alat-alat yang lebih lengkap.

Pemeriksaan selanjutnya yang sering dilakukan pada penderita tifus yaitu Uji Widal. Tes ini merupakan reaksi Aglutinasi antara antigen dan antibody. Pada penderita yang sedang terserang demam tifoid, pernah terserang tifus atau tertular tifus bisa mempunyai hasil uji widal yang positif.  Jadi, seseorang yang pernah terserang tifus, apabila sudah dinyatakan sembuh bisa saja uji Widalnya tetap positif. Sebab hasil uji widal tidak mengukur keberhasilan pengobatan, tetapi hanya untuk menegakkan diagnosis. Dengan demikian kalau secara klinis penderita tifus sudah dinyatakan sembuh oleh dokter, maka ia memang telah sembuh. Tidak perlu was-was memikirkan hasil uji widal yang tetap saja masih positif.


Bagaimana Pengobatan Deman Tifoid ?

Penderita yang dicurigai oleh dokter terserang tifus sebaiknya dirawat di Rumah Sakit untuk observasi dan pengobatan. Idealnya penderita memang harus istirahat di tempat tidur paling tidak sampai tujuh hari bebas demam atau kurang lebih empat belas hari. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya komplikasi pendarahan usus atau bocornya usus karena kuman tifus, latihan gerak pun harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan pulihnya kekuatan penderita.

Pada beberapa kondisi pemberian makanan penderita tifus disesuaikan dengan tingkat kesembuhan penderita, mula-mula diberi diet bubur saring, kemudian meningkat menjadi bubur kasar hingga akhirnya nasi. Pengaturan diet ini dimaksudkan untuk menghindari komplikasi pendarahan usus.

Lantas bagaimana caranya agar penyakit tifus tidak kambuh lagi ? Hal ini memang sangat Individual, tergantung daya tahan tubuh penderita dan keganasan kuman tersebut yang masih bertahan dalam tubuh penderita. Pengobatan yang diberikan oleh dokter memang mampu memberantas kuman yang ada, tetapi beberapa masih ada yang tinggal di hati, limfa, ginjal dan sumsum tulang. Kuman yang bertahan inilah yang mungkin akan aktif lagi dan beredar di pembuluh darah. Akibatnya terjadi serangan ulang penyakit tersebut.


Pilihan Antibiotik untuk penderita demam tifoid adalah Kloramfenikol sampai saat ini antibiotic tersebut masih pilihan pertama, adapun pilihan kedua adalah Ciprofloxacin dan pilihan ketiga adalah Levofloxacin. Namun tidak dianjurkan untuk membeli obat sendiri ya sahabat, segera konsultasikan ke Dokter jika di keluarga ada yang menderita gejala tifus agar segera mendapat penanganan yang tepat.

Bagaimanakah Pencegahan Demam Tifoid  ?

Selama kita selalu menjaga kesegaran jasmani dan rohani ; makan teratur, tidur yang cukup, menyempatkan diri berolahraga, menjaga kebersihan diri, mengelola stress. Tentu daya tahan tubuh dan kemampuan tubuh kita dalam menekan pertumbuhan kuman tifus semakin baik. Selanjutnya sangat diperlukan usaha bersama untuk memutuskan rantai penularan demam tifoid terutama dalam hal penyediaan makanan dan minuman agar tidak terkontaminasi oleh kuman penyebab tifus. Sanitasi dan kebersihan perorangan sebaiknya terus dijaga. Jika semuanya sudah dilakukan dengan benar dan telah diupayakan secara maksimal maka angka penyakit tifus ini dapat kita tekan penularannya.



Semoga Informasi ini bermanfaat.
Salam sehat selalu ya sahabat.




Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Custom Post Signature