Rabu, 30 Januari 2019

7 Tips Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Muda







Bagi pasangan muda seperti saya memang seharusnya banyak belajar tentang pengelolaan keuangan keluarga, beberapa waktu saya berkesempatan menghadiri seminar-seminar yang menghadirkan pembicara keuangan, seminar investasi sampai belajar dari sosial media pun ku lakukan demi belajar apapun mengenai keuangan. Jouska_id menjadi favoritku.

Setelah menikah barulah saya menyadari betapa pentingnya pengetahuan tentang finansial itu, sekarang barulah saya sadar kalau pernikahan bukan hanya soal “ Saya mencintai kamu, Kamu mencintai saya “

Pernikahan adalah perjuangan yang sangat monumental. “ Hidup Bersama ” 
“Tujuan Bersama “ maka atas apapun itu persoalan uang pun sebaiknya dikelola dan direncanakan bersama dengan pasangan kita.

Dulu saya dan suami sempat berkeinginan untuk membayar seorang finansial adviser untuk menghitung dan membuat portofolio keuangan kami. Namun, mengingat biaya yang harus kita keluarkan tidak main-main, maka kami sepakat untuk menundanya. Ya.. sudah, kita belajar otodidak, sambil belajar, sambil menjalani. Dan ini telah kami mulai sejak tahun pertama pernikahan kami.

Tahun-tahun pertama setelah pernikahan jujur saya kewalahan mengatur uang masuk dan uang keluar, sebut saja neraca bulanan rumah tangga.
Bisa dikatakan hampir setiap bulan ada kebocoran yang kami alami. Dimana berakhir dengan kata “Nombok”  dari Tabungan dan tergerus sedikit demi sedikit. Namun setelah saya dan suami mulai memperbaiki komunikasi tentang uang, pelan-pelan kamipun pulih dari hal tersebut.

Kalau ditanya sebagai pasangan muda seberapa penting sih pengelolaan keuangan untuk saya ? 
Saya akan jawab ; sangat penting setelah pengaturan jadwal berhubungan biologis suami - istri, karena tidak bisa dipungkiri keuangan yang sehat juga akan menciptakan keluarga yang harmonis.
Tidak jarang lho, masalah-masalah keuangan menjadi akar dari timbulnya percekcokan dalam rumah tangga. Saya mendengar sendiri hal itu dari teman-teman saya yang belum tergugah belajar tentang finansial.

Bagi saya persoalan finansial hampir sama dengan kesehatan. Kita akan survive kalau kita taat melakukannya, seperti jika kita ingin menjalankan pola hidup sehat maka tentu saja kita akan menahan diri dari godaan-godaan makanan yang berminyak, mengandung banyak kolesterol, kita akan menghindari jeroan, banyak makan buah-buahan, sayuran serta rutin berolahraga.

Finansial pun demikian, jika kita ingin kondisi finansial kita survive, tetaplah berjalan pada relnya, mulai dari jeli membedakan keinginan dan kebutuhan. Membuka diri untuk belajar, mulai berinvestasi dan membiasakan diri hidup minimalis. Bagi beberapa orang termasuk saya sendiri, Hidup tidak selalu menyangkut persoalan uang namun bagaimana cara kita memperlakukan uang dan hal itu bisa diubah.



Memasuki tahun kelima pernikahan sebagai pasangan muda, saya akan membagi 7 Tips yang bisa dilakukan oleh pasangan muda yang baru saja menikah dalam mengelola keuangan rumah tangga.

Pertama : Satukan Visi Keuangan Bersama Pasangan

Memiliki Me time berdua dengan pasangan untuk sekedar berbincang tentang kondisi keuangan keluarga adalah hal yang mutlak bagi pasangan yang baru saja menikah, apa saja visinya, apa saja tujuannya lalu disatukan menjadi tujuan bersama. Ajak pasangan untuk mengobrol setiap weekend tentang uang, saya melakukan ini bersama pak suami setelah tahun pertama pernikahan terlewati.

Saat saya merasa kewalahan mengatur uang dapur, kebutuhan mendadak, dan lain sebagainya. Tahun pertama menikah, saya belum berpengasilan karena masih menempuh status sebagai anak sekolah. Jadi pemasukan semuanya dari gaji suami. Meski saat awal menikah saya sudah punya tabungan pendidikan tetap tidak bisa saya gunakan untuk keperluan pribadi saya. Makanya saat itu nombok pakai tabungan suami yang ia kumpulkan saat dia masih single.

Tujuan keuangan kami sebenarnya gak pernah muluk-muluk. Bisa hidup sebagaimana mestinya dan berkecukupan sudah merupakan suatu anugerah. Kata cukup ini tentu saja adalah hal yang relatif bagi tiap-tiap orang.








Setelah saya bekerja barulah saya mendetailkan setiap tujuan-tujuan finansial saya. Berapa yang harus ditabung, berapa yang harus dibelanjakan, berapa yang harus diberikan kepada orangtua kami.
Saya adalah tipe orang yang belanjanya setelah 30% penghasilan berhasil disaving terlebih dulu, pokoknya aman dulu lah 30 % entah diinvestasikan ke logam mulia ataukah jadi saham di sekuritas.

Barulah sisanya saya belanjakan. Oh iya, gaji saya, saya kelola sendiri, pak suami sama sekali gak turut campur yang penting laporan bulanan saya selalu masuk ke dia. “ Habis beli ini ”, habis transfer ke ibuk segini “ Ditulis, dicatat dengan rapih.

Memberi orangtua memang bukan suatu kewajiban sih, tapi masuk ke dalam Previllage “ hak istimewa” . Kapan lagi bisa memberi orangtua hasil keringat kita ya kan ? Pikirku yaa kapan lagi ? Selagi mereka masih ada, meski orangtua gak pernah minta, tapi setidaknya saya yang harus lebih peka sebagai anak, apalagi kalau ingat perjuangannya membesarkan saya, rasanya dengan transferan setiap bulan pun belum cukup untuk membalas jasanya.

Kalau ke mertua gimana ?? Ngasih juga gak ? Secara ekonomi orangtua suami lebih baik dari orangtuaku, mertua ada passive income dari bisnis setiap bulan. Kalau kita mau ngirim setiap bulan, "...Pak, mau transfer  nih, minta rekeningnya. ( sampai sekarang kami gak tau no.rekening bapak )
Pasti dibales, Uangmu sudah banyak kah ?? Pakai saja untuk kebutuhanmu Nak
Rada nyessek sih hahaha, tapi kan tipe orangtua beda-beda. Maka untuk pihak suami belum spesifik dan rutin kami alokasikan, akhirnya kami tidak pernah asbsen setiap bulan membawa buah tangan untuk mereka.

Sementara gaji pak suami yang harus dibagi dua : Uang bulanan : Jatah istri, uang dapur dll. Kemudian Uang saku pak suami ; Investasi dan jatah minum kopi suami. ( Saya berusaha jadi istri yang gak kaku-kaku banget, masih ngebiarin  suami ngopi sama temennya sebulan dua kali ). 
Lah, kok katanya kelolanya sama-sama kok masih dibagi ?
Iya, karena meski pembagiannya masih di kotak-kotakkan tapi tetap kita punya tujuan yang sama. Baca lagi setelah ini ya.

Kedua : Jangan Lupa Mencatat Arus Kas "Cash Flow”

Nah setelah visi tersatukan dan menemui titik terang dengan pasangan. Wajib mencatat arus kas setiap bulan, kalau perlu kudu punya buku keuangan rumah tangga. Biar pengeluaran sekecil apapun bisa terpantau dan tentunya ada rasa aware dalam mengelola uang. Semisal hari ini mau keluar ke supermarket, sebaiknya dicatat dulu apa yang hendak dibeli biar  sampai di sana yang kebeli bukan barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Hanya membeli yang dibutuhkan.

Hari ini misalnya, budget senin itu untuk masak masakan ini ; ikan, sayur, perkedel, sambal dll, maka saat ke pasar pun bawa aja uang secukupnya untuk membeli bahan yang dibutuhkan. Karena terkadang tuh kita khilaf pengen dibeli aja semua, padahal untuk bahan makanan ada batas penyimpanannya, eh pas kita terserang pikun “astagaa ternyata 3 hari lalu saya beli sayur ini ya, lupa masaknya. 

Tau-taunya si sayur udah layu dan busuk, alhasil jadi mubazir bahan makanan yang kita belanjakan tadi. Padahal sebenarnya kita bisa menyiasati hal itu dengan “ Belanja dapur Seperlunya saja ” Bisa juga disiasati dengan cara Food Prep, jadi buibuk tetap bisa belanja banyak tapi penyimpanannya harus baik, biar bahan makannya tidak cepat rusak. Food Prep : Bahan makanan dimasukkan ke dalam kotak-kotak plastik penyimpanan sebelum dimasukkan ke kulkas.


Ketiga : Miliki Tabungan Bersama

Seperti yang saya ceritakan di awal tadi, kalau saya mengelola separuh gaji pak suami dan mengelola sepenuhnya gajiku. Tapi kalau urusan menabung tetap kita lakukan bersama dengan membuka rekening tabungan lain selain dari rekening gaji saya, rekening gaji pak suami. 

Tabungan bersama namanya” siapa yang mengisinya ?? Bebas. Bisa istri bisa suami, bulan ini saya transfer segini, kalau lagi ada bonus saya tambahin lagi, begitu pun pak suami. Yang penting kita sudah komitmen kalau 30 % dari penghasilan harus masuk ke tabungan bersama. Untuk pemilihan banknya tergantung dari tiap-tiap pasangan suka excellent service dari bank yang mana.

Oh iya, untuk tabungan bersama ini kami gak menggunakannya untuk kebutuhan tersier ya. Seperti liburan atau membeli barang mewah. Saya dan pak suami sepakat kalau liburan masuk ke kebutuhan tersier kami. Yang hanya dilakukan kalau kita memperoleh tambahan uang dari hasil bisnis yang ada.


Keempat : Dana Darurat Minimal 3x Penghasilan

Apa sih dana darurat itu ? sama gak dengan tabungan ? kalau saya pribadi akan menjawab beda, meski pada konteksnya sama-sama berbentuk tabungan. Yang pertama, dana darurat dapat dipakai kapan saja, sedangkan tabungan bersama tidak selamanya bisa. Saya beri contoh dengan kondisi saya dimana pak suami itu setiap bulan harus ke makassar mengikuti perkuliahan dan harus naik pesawat udara agar menghemat waktu. Yang sudah pasti membutuhkan biaya selain kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Maka saya mengambil alokasi dana ini dari dana darurat, dimana sebaiknya sih kita punya dana darurat minimal 3x penghasilan setiap bulan. Kita juga gak pernah tahu kan kondisi apa yang kita hadapi dikemudian hari, alih-alih ada keluarga yang meminta tolong atau ada yang sedang kedukaan sudah pasti wajib kita bantu maka disinilah dana darurat itu berperan. Atau semisal juga ada teman yang lagi bikin hajatan karena baru aja lahiran, di sini dana darurat juga berperan kita musti beli hadiah, beli kado untuk teman yang nikahan.





Kelima : Proteksi Tulang Punggung Keluarga

Apa sih proteksi tulang punggung keluarga itu ? Dikerenakan kepala keluarga adalah tulang punggung yang menopang keluarga, maka sudah pasti dia membutuhkan perlindungan yang maksimal juga terhadap hidupnya. Pagi hingga malam di luar rumah, senin hingga sabtu terkadang masih bekerja. 

Bisa dibayangin gak sih perjuangan dia untuk keluarga. Hal-hal yang tak terduga selalu mengintai kapan saja. Yok ayokk buibuk dipeluk dulu suaminya. Nah karena kita sadar akan hal itu, maka sebagai istri harus berinisatif melindungi kepala keluarga. 

Melindunginya dengan cara apa ?? Beli asuransi jiwa.

Banyak kok perusahaan asuransi yang bagus di Indonesia. Tinggal kita memilih UP yang kita inginkan, ada yang berbentuk Unitlink dimana ia termasuk asuransi jiwa namun bundling dengan investasi juga. Karena asuransi jiwa itu memiliki prinsip semakin muda usia kita membelinya, maka premi yang kita bayarkan perbulannya juga akan semakin rendah. Coba deh cari tau tentang Life Insurance.

Pak, kalau sayang sama keluarga jangan lupa ya… pertimbangkan poin ini.






Keenam : Asuransi Kesehatan Untuk Seluruh Anggota Keluarga

Kejadian yang tidak terduga lainnya adalah “ Sakit ”. Kondisi sakit juga mengintai setiap anggota keluarga kita. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan menderita suatu penyakit. Apalagi kalau sedang musim pancaroba, resiko kita menjadi lebih besar. Ketika Imunitas menurun, Tubuh sedang kelelahan dapat memicu kesehatan kita menjadi terganggu.

Lantas, kalau sakit musti gimana ? Ya sudah pasti harus berobat. Jaman dulu di saat orang-orang belum tergugah memiliki asuransi kesehatan. Kondisi sakit tidak jarang lho membuat ekonomi keluarga menjadi goyah. Karena jaman dulu berobat itu memerlukan biaya yang tinggi dan hanya dilakukan oleh kelas menengah ke atas. 

Oleh karena itu, Pak Buk.. ayo lindungi keluarga kita ya dari kondisi ini. Jangan menunda Membeli asuransi kesehatan. Apalagi sekarang pemerintah sudah punya Badan tersendiri lho untuk mengelola pembiayaan kesehatan di negara kita. Sudah pada tahu KIS kan ? Kartu Indonesia Sehat yang merupakan Program Jaminan Kesehatan Nasional dan dikelola oleh BPJS Kesehatan ?

Jangan tunda lagi ya untuk memiliki perlindungan kesehatan terhadap keluarga. Dan sifat kepesertaan menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional ini merupakan suatu kewajiban lho untuk setiap warga Negara Indonesia. Jika ingin punya asuransi kesehatan yang lain selain JKN-KIS boleh kok, kalau perlu beli yang premium tapi untuk keanggotaan JKN-KIS kudu wajib ya. Kalau saran saya sih, miliki yang wajib dulu, health insurance tambahannya bisa menyusul.




“ Menjaga Kesehatan Saya hari ini, memberi saya harapan yang lebih baik di hari Esok “   –Anne Wilson Schaef-


Dan orang yang mengabaikan kesehatan dirinya adalah orang yang menabung masalah untuk masa depannya.    –Anonim-
 


Ketujuh : Jangan Terpengaruh Investasi Bodong

Sebagai poin penutup ini adalah hal yang sangat penting. Hati-hati dengan investasi yang berkedok keuntungan cepat, keuntungan banyak. Tanpa menganalisa produk investasi tersebut. Banyak loh, orang –orang diluar sana jatuh miskin, anak-anak dan keluarga mereka terlantar karena kepala keluarga suami dan istri terpengaruh dengan hal semacam ini.

Intinya tetap jaga komunikasi ke pasangan. Jangan investasi dengan sembunyi-sembunyi, alih –alih dapat untung kalau malah buntung gimana ? kan, keluarga juga yang jadi korbannya. Sayapun sering takut kalau ada teman atau orang yang menawari saya bisnis-bisnis kekinian. Jawaban pamungkas saya “ Nanti Saya Bilang Suami Dulu “  Karena emang benar, saya musti kordinasikan itu bareng suami apalagi soal uang dan investasi.


Susah-susah gampang memang kalau kita berbicara tentang uang apalagi dengan pasangan. Takut dia tersinggung, eh tau-taunya kita sendiri yang malah tersinggung duluan, masalah keuangan memang sangat sensitive bagi sebagian orang. Termasuk saya sendiri. 

Saat saya berusaha memperbaiki itu bersama suami. Sangat-sangat butuh perjuangan mental.
Ya wesslah jangan suka tersinggung.
Kita lagi gak main drama, kita lagi menghadapi kehidupan nyata nih
Jangan banyak baper, kataku pada pak suami.

Baper sekarang bisa berbuah penyesalan nanti. Ayoklah kita main buka-bukaan soal uang. Jangan hanya buka-bukaan pas di ranjang. 


 Bicara keuangan jangan menjadi asing, jangan menjadi risih. 


Kita perlu belajar, kita perlu menyatukan pikiran, kita perlu berdiskusi, kita perlu bertukar argumentasi. Semoga ke depan kami bisa bertahan dan terus belajar. Harapan yang tidak pernah muluk-muluk agar dekat dengan pelupuk.



Selamat berdiskusi soal uang, Selamat menjalani hari ini.
8 komentar on "7 Tips Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Muda"
  1. Terpengaruh investasi bodong, duh jangan sampai di.

    Saya selalu tekankan ke anak-anak, orang yang ikut investasi bodong itu adalah orang yang mau kaya tapi malas kerja dan termasuk kategori orang bodoh.

    Btw, tipsnya sangat mengedukasi. Terima kasih ya Bu Dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget bund, kudu hati-hati memang. Jaman ini banyak breeder investasi bodong yang menjanjikain keuntungan di luar akal sehat

      Hapus
  2. Menarik sekali tipsnya Bu dok.
    Saya sampai mikir, ini ibu dokter atau akuntan? Ha-ha-ha.

    Beberapa tips di atas sudah saya praktikkan juga, cuma masalah terbesar saya biasanya kalau sudah akhir bulan muncul pertanyaan; ini uang mau dipakai untuk apa ya? #tsah

    Ha-ha-ha

    Anyway, saya agak lost focus sama kalimat ini:
    pengaturan jadwal berhubungan biologis suami - istri,

    Dijadwalkan ya? Nda spontan saja? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagi beberapa orang daeng pengaturan hub.biologis perlu lho sebagai Kontrasepsi alamiah hehehe. Jadi musti menghindari masa sybur, Sistem kalender namanya.

      Bagi yang ingin program kehamilan juga terkadang ada jadwalnya, "Pas masa subur"

      :D nah loh kok jadi fokus ke sini ya hahahah

      Hapus
  3. terima kasih dok untuk tips mengelola keuangan bagi pasangan pemula di atas. sangat berguna. sekarang saya akan fokus untuk menemukan orang untuk membahasnya bersama.

    BalasHapus
  4. Kemarin sempat ngobrol sama Kak Awi tentang mengelola keuangan ini. Kalau memang tidak direncanakan sedini mungkin, bisa bahaya kedepannya. Thank you buat beberapa insight menariknya. Sekarang sisa mencari orang buat diajak membuat rencana bersama *eh

    BalasHapus
  5. saya juga pernah sharing tentang keuangan rumahtanggaku
    dan kelemahan saya itu di baian mencatat pengeluaran
    sellau lupa wkwkwk

    BalasHapus
  6. Mantap sekali ini tipsnya kak cinta, saya jadi tahu bagaimana mengelola keunagan bersama suami jika sudah berkeluarga nantinya. Saya juga sepakat sekali bahwa kadang uang bisa memicu pertengkaran jadi kenapa tidak dibicarakan?

    BalasHapus

Custom Post Signature