Jumat, 11 Januari 2019

Donor Darah Sebagai Gaya Hidup




Apa kabarnya hari ini sahabat healthies ?
Semoga selalu sehat yaa..

Kali ini saya pengen cerita tentang rutinitas keluarga saya, kegiatan rutin saya dan suami setiap tiga bulan sekali, kadang juga sebulan dua kali, tapi sebenarnya sekarang rutinitas ini lebih sering dilakukan oleh suami saya, mengapa demikian ? dikarenakan terkadang ketika sudah tiba waktunya kegiatan rutin ini ingin saya lakukan, saya selalu terhalang oleh sebab, yaitu Kadar oksigen dalam darah saya tidak mencukupi. Ya, Rutinitas ini adalah donor darah lebih tepatnya.

Kalau mendengar kata donor darah, pasti kita akan membayangkan tentang jarumnya yang besar, ada rasa takut, pasti sakit banget, lah nanti akunya kenapa-kenapa  nih dan lain sebagainya. Dulu sih, saya termasuk orang yang seperti itu, suka gemeteran kalau dengar kata donor darah. Saya masih ingat, dulu ketika donor pertama kali saat di bangku kuliah, tangan selalu keringat dingin kalau ada kegiatan donor darah di fakultas. Cemen yaah, padahal kuliahnya kesehatan eh orangnya akut sama jarum suntik. 
Eits, tapi itu dulu. Sebelum saya mengenal suami saya lho sahabat healthies.

Saya flashback sedikit ya, jadi dulu sebelum saya dan suami menikah. Kami itu ketemuannya bisa dibilang lebih sering ketemuan di PMI (Palang Merah Indonesia)  yaa di PMI Jl.lanto Dg.Pasewang depan RSUD Prov.Kota Makassar (lebih dikenal dengan RS.DADI). Nah, kok ketemuannya disana ? Jadi, dulu itu sebelum kami menikah kami menjalani hubungan jarak jauh, istilah kerennya sih LDR, saat itu suami masih bertugas di Prov.Sulawesi Barat sedangkan saya sendiri bertugas di Kota Makassar, karena saat itu saya masih Co-assistant, jadi lebih sering berpindah-pindah Rumah Sakit. Saat itu jadwal suami ke makassar sebulan dua kali, sesuai dengan jadwal donor darah apheresis yang sering dia lakukan, dan tidak jarang kami selalu janjian untuk ketemuannya di PMI, yaa sekalian habis donor darah makan sop ubi yang enak itu loh yang masuk lorong itu, hihihi. Dimulai dari cerita itulah mengapa Kegiatan donor darah selalu punya kesan tersendiri untuk saya dan suami.

Berbicara tentang donor darah, sahabat healthies pasti sudah tidak asing lagi bukan ? Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara suka rela untuk disimpan di bank darah yang nantinya akan digunakan untuk keperluan transfusi darah. Tranfusi darah biasanya dilakukan pada seseorang dengan kondisi kekurangan darah, misalnya pada pasien anemia dengan sebab penyakit kronik, pasien dengan kanker darah, untuk persiapan operasi, pasien dengan kondisi gawat darurat seperti pasca kecelakaan yang mengharuskan pasien kehilangan banyak darah. Disinilah Proses Transfusi darah sangat dibutuhkan dan begitu berperan bagi orang lain.

 Saya pernah membaca sebuah artikel mengapa donor darah begitu penting, apalagi untuk persediaan darah dengan hasil sukarela oleh pendonor.  Indonesia seharusnya memiliki stok darah 4,5 – 4,8 juta kantong pertahun, sedangkan PMI di negara kita baru bisa mencukupi sekitar 2 juta kantong darah.  Sementara kebutuhan kita hampir mencapai 5,1 juta per tahunnya. ( Sumber dari WHO)
Hal ini berarti Indonesia masih membutuhkan banyak sekali persediaan kantong darah, mengingat Indonesia adalah negara yang rawan bencana dimana bencana ini mengakibatkan banyak saudara-saudara kita di luar sana harus menderita suatu luka dan penyakit yang sewaktu-waktu pun membutuhkan stok darah.

Masih banyak sebagian dari kita mungkin masih menunda melakukan donor darah, karena belum termotivasi, belum mengetahui manfaat donor darah bagi kesehatan. Banyak manfaat loh sahabat dari kegiatan donor darah, seperti kita dapat mengetahui golongan darah kita tanpa dipungut biaya, kita mendapat pemeriksaan kesehatan teratur setiap tiga bulan sekali, dengan rutinnya donor darah, menurunkan risiko penyakit jantung coroner dan stroke, bagi penderita hipertensi ini dapat menurunkan tekanan darah dengan rutin, meningkatkan produksi sel darah merah, dan manfaat lainnya yang tak ternilai yaitu menanamkan jiwa sosial dalam diri kita.

Namun, ada keadaan-keadaan tertentu juga yang dapat menghalangi kita melakukan donor darah, seperti yang saya katakan tadi, saya pun terkadang terhalang oleh keadaan-keadaan tertentu. Keadaan itu ketika hemoglobin saya tidak mencukupi nilai normal, ketika tubuh sedang demam atau flu, ketika berat badan kurang dari 50 kg, seseorang yang menderita penyakit Diabetes Mellitus, seseorang yang sedang menstruasi, seseorang yang sedang hamil, dan seseorang yang sedang menderita penyakit infeksi dan sedang mengonsumsi obat antibiotik.  Jika ada keadaan yang saya sebutkan sedang dialami oleh sahabat healthies, maka sebaiknya jangan melakukan donor darah yaaa.

Di Tahun ini suami sudah memasuki donor ke 71 kali dan pak suami sudah menjadikan kegiatan donor darah ini sebagai gaya hidupnya, Hampir tidak pernah luput setiap tiga bulan sekali ataukah sebulan dua kali kalau sedang ada permintaan donor Aphaeresis untuk pasien Leukemia yang sedang menjalani kemoterapi. Saya kalah sangat jauh dari dia, karena setiap saya pengen donor darah, eh pasti hemoglobin darahnya gak sampai nilai normal, pola tidur saya yang kurang teratur adalah hambatan utama saya, hari ini begadang 24 jam karena harus jaga Unit Emergency, besoknya baru bisa tidur pules di rumah, makanya ada yang pernah bilang kayak gini “ Minum obat dokter”Dengerin apa kata dokter”jangan ikuti gaya hidup dokter” haha. Ada benernya juga nih. pffttt, semoga pak suami selalu sehat biar bisa terus donor darah. Syukurnya suami saya bukan dokter, jadi pola hidupnya lebih teratur apalagi persoalan tidur saat malam hari. Hobi saya yang suka memasak makanan enak untuknya tersalurkan saat Pak suami habis donor darah karena hanya pada saat seperti itu saya mengijinkannya untuk makan lebih banyak dari porsi biasanya, hehehe
Semoga saya juga secepatnya bisa mengembalikan jadwal tidur yang berantakan saat sudah pindah jaga di Poliklinik.

Jadi buat temen-temen yang punya niat ingin mendonorkan darahnya, pastiin dulu yaa tidurnya lima hari sampai semingguan sebelum donor itu tidurnya harus cukup, minimal 8 jam sehari, jangan begadang berlebihan, perbaiki pola makannya, minum air putih yang cukup, makan sayuran dan buah dan yang paling penting jaga kesehatannya yaa dengan  tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Terkadang kita tak perlu menunggu kaya untuk dapat berbagi, karena suatu ketika yang kita butuhkan adalah hanya sekedar sehat dan ada saatnya setetes darah kita bisa berarti nyawa bagi orang lain.





Salam sehat, Selamat menjalani hari ini.












22 komentar on "Donor Darah Sebagai Gaya Hidup"
  1. Gaya hidupnya kakak keren yah, donor darah bukan hanya sekedar gaya hidup biasa, namun dapat beramal dan menjadi tabungan dimasa akan datang. Langsungka kurasa ndak takut donor darah dengar ceritata kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa sayangg, yukkk ayokkkk donorrr darahhhh yukkkkk

      Hapus
  2. Haaaaai kak dokter cintaaaaku, rindunya dek tari sama ini blog. Baru sempat mampir lagi. Ngomong-ngomong soal donor darah, resolusiku tahun ini adalah harus bisa naik berat badannya dan bisa donor darah, karena seumur hidup belum pernah sama sekali donor. Hiiiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiiinnnn, semangattt kk tariiii.... jangan lupa banyakkk ngemilll yaaa syngggg, biarr beratnya cpt naikk... :*

      Hapus
  3. saya pertama kali donor pas SMA dan bengkaknya sampai seminggu. ndak tau efek apa dan sekarang setiap mau donor katanya HBnya rendah. Jadi menyiasati dgn bekam. kira2 sama kah kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bekam itu membuang darah kotor yang ada di tubuh sayang, tapi gak menaikkan HB. kalau menaikkan HB itu bisa coba dengan banyak makan sayuran dan buah-buahan yaa, istirahatnya yang cukup, kalau donor darah kan darahnya bs bermanfaat sayang, untuk yang membutuhkan. Jadi beda dengan bekam sih sepengetahuan saya.

      Hapus
  4. seumur-umur belum pernah donor darah padahal pengen banget.. masih takut jarum suntik soalnya :(

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah saya gak takut sama jarum suntik, cuman setiap kali test untuk donor, pasti HBku selalu rendah.
    Padahal waktu masih jaman kerja di MaRI dulu, untuk kegiatan donor darah ini termasuk dalam job descku. Alhasil karena gak bisa mendonor, konsumsinya aja saya embat! Hahah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahaha... enakk tuhh kak, konsumsi donor darah, pasti selalu ada telur rebus :D

      Hapus
  6. Saya belum pernah berhasil donor darah. Selain karena masih takut *eheum* tekanan darah saya tinggi sekali. Plus, tidur kadang masih kurang

    *alasyan*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Donor darah bagus loh daeng untuk menurunkan tekanan darah

      Hapus
  7. Sejak smp dan bergabung dalam pmr sekolah lanjut ke pmi alhamdulillah rutin mendonor darah, tapi semenjak abis nikah belum lagi ada kesempatan ntah krn lagi haid lah, lagi hamil pda saat itu, dll. Tapi memang donor darah ga boleh takut, selain dapat sehatnya kita jg bisa dapat pahalanya :) Kak cinta dan om ayyub sehat sehat selalu biar trus berkontribusi dan org yg butuh jd ketolong :'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiiiinnnn semogaaa sager bisa donor lag iii gahhhh umiiknya sudais

      Hapus
  8. Saya belum pernah donor darah. Dulu sih karena alasan berat badan yang kurang. Kalau sekarang karena selalu kurang tidur. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kurang tidurnyaa sebaiknya jangan dulu yaaa kak, takutnya nanti oleng, dan mmng biasanya Hbnya gak mencukupi klo kurรคng tidur....

      Hapus
  9. Jadi ingat dulu sy oernah ngadain jg donor darah di kampus. Alhamdulilkah skrg sdh 13x donor

    BalasHapus
  10. Saya bukannya ngga mau donor darah kak. Tapi BB saya ndk mencukupi, mana saya kalo dibilang justru butuh darah ๐Ÿ˜‚ (vampir kali yaa). Eh tapi kak, berharapka semoga dilain waktu bisaka dikasi kesempatan untuk donor darah. Seumur-umur ndk pernahpka rasakan soalnya ๐Ÿ˜…

    BalasHapus
  11. Wuihh kereen ya, ternyata donor darah sudah masuk lifestyle yah. Tapi... hingga saat ini blom berani donor darah. Soalnya saya hipotensi orangnya. Selain takut, blom bisa memenuhi syarat sbg pendonor.

    BalasHapus
  12. Dari dulu sampe sekarang Selalu ka mau donor darah tapi dan pernah jadi-jadi ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข entah kapan keberanianku bisa donor darah juga

    BalasHapus
  13. Sebenarnya saya pernah mau donor darah kakak dokter, tapi ditolak hahaa akhirnya skrg pas kayaknya sudah bisa, sayanya lg yg takut haha

    BalasHapus
  14. Suamiku dulu rutin donor darah, tapi Makin ke sini Makin jarang soalnya Makin sering begadang. Saya juga tiap temaniki pi donor nda pernah sukses bisa donor darah, selalu ditolak hwhehhe

    BalasHapus

Custom Post Signature