Image Slider

Sabtu, 16 Maret 2019

8 Cara Berbahagia Saat Belum Dikaruniai Anak


Jumat, 08 Maret 2019

Kuliah Di Universitas Swasta Kenapa Nggak ?






Holaa..  Adik-adik yang sebentar lagi Ujian Nasional, apa kabarnya nih ??
Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat yah..


Saat Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas semakin dekat itu artinya sebentar lagi bergegas mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi dong, Nah… semua pasti udah punya keinginan dong pengen kuliah di jurusan apa, masuk Universitas apa yang nantinya bisa membantu kita mewujudkan cita-cita dan impian kita.

Saya mau nanya dulu nih, yang cita-citanya jadi Dokter hayooo angkat tangaaannn... 
Kebetulan saya adalah Alumni dari Fakultas Kedokteran dan saya pengen berbagi cerita nih untuk kamu yang punya cita-cita dan impian menjadi Dokter. Dari survei sepanjang tahun ketika penerimaan mahasiswa baru telah dimulai dibeberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta peminat Fakultas Kedokteran tidak pernah sedikit, Fakultas Kedokteran masihlah menjadi Primadona dan incaran banyak alumni Sekolah Menengah Atas.

Apakah kamu termasuk salah satunya ??
Banyak peminat berarti banyak saingan dong pastinya dan tentu saja persiapan diri dimana Ilmu pengetahuan, mental hingga materi pun tidak boleh luput. Jika dulu Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Begitu di elu-elukan oleh banyak orang, sekarang ini Beberapa Fakultas Kedokteran Swasta pun tidak mau kalah dan terus berbenah diri memperbaiki mutu pendidikannya, Fakultas Kedokteran Swasta pun semakin berinovasi dalam sistem pembelajaran serta terus mengupdate fasilitas-fasilitas kekinian yang dapat memudahkan Mahasiswanya mencari informasi-informasi yang akan membantu mereka dalam proses belajar mengajar.


Masuk Fakultas Kedokteran memang susah-susah gampang, persiapannya tidak dimulai dari setahun ataukah 2 tahun terakhir saat dibangku SMA, melainkan harus dipersiapkan sejak yaa.. kalau saya bilang sih 4-5 tahun sebelum masa SMA berakhir. Persiapan ilmu pengetahuan untuk melewati seleksi yang lumayan panjang, dimana persiapannya itu membutuhkan jam extra dalam belajar, waktu itu saya sempat mengikuti beberapa bimbingan belajar di luar jam sekolah sebagai jalan untuk memperoleh extra time dalam belajar, terkesan sedikit memaksakan diri sih dalam belajar namun jika tidak begitu saat pulang sekolah pasti saya akan malas belajar jika tidak ada kawan apalagi tidak mendapatkan tenteran dari guru. 

Setelah persiapan ilmu sudah pasti persiapan Mental. Kita harus benar-benar mempersiapkan mentar secara lahir dan batin dalam hal ini yaa memantapkan niat untuk menjadi Dokter. Apakah memang niat saya menjadi Dokter ini ikhlas dan murni timbul dari dalam diri saya ?? Bukanlah sebuah paksaan ?? Bukan karena hanya ikut-ikutan teman ?? Pokoknya sih intinya perbaiki niat kita dulu maka yakinlah dengan itu maka Tuhan akan mempermudah jalan kita meraihnya.

Saya sangat bersyukur karena menjadi Alumni Salah satu Fakultas Kedokteran Swasta di Makassar yang dimana suasana pembelajarannya itu sangat bernuansa islami, hal itu dapat dilihat dari moment sederhana ketika pembelajaran hendak dimulai, saat Dosen telah berada di ruangan maka sebelum belajar kami berdoa dan membaca ayat suci Alqurān yang kemudian dilengkapi dengan terjemahannya, setiap mahasiswa bergiliran untuk membaca doa dan mengaji sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai. Hal ini diharapkan  mampu untuk membantu kita sebagai mahasiswa dalam menerima dan menyerap ilmu yang diberikan oleh Dosen dan membuat hati kita ikhlas mengikuti perkuliahan.

Nah, kalau ada yang bertanya.. wahh.. Kampusnya di mana sih kak ??
Kampus saya itu di Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Kedokteran sendiri baru terbentuk di Di Tahun 2008, jika dihitung hingga saat ini Usia Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar masihlah berjalan 10 tahun, Usia yang masihlah belum ada apa-apanya dibanding Fakultas Kedokteran Universitas Swasta di Indonesia Timur. Hal ini pula yang membuat semua guru-guru saya di Universitas terus berjuang dari hari ke hari dalam mencetak Dokter-Dokter Islami dimasa mendatang.  Sungguh pengorbanan yang tidak berbalas, melalui tulisan ini pun dalam rangka 10 Tahun Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, saya mempersembahkan tulisan ini untuk Almamater saya tercinta.

Pernahkah menyesal menjadi Alumni Fakultas Kedokteran Swasta ??
Saya menjawab tidak sama sekali. Karena ketika menjadi Dokter, Masyarakat tidak akan pernah bertanya dari mana Asal Universitasmu, tapi mereka akan menilaimu dari dedikasimu. 
Namun, menjaga nama baik Almamater tetap jangan sampai dilupakan, karena hal itu selalu melekat di pundak kita kemanapun kita pergi dan dimanapun kita bertugas.

Perjalanan saya tentang cerita pahit-manis ketika Kepaniteraan Klinik yang merupakan bagian dari proses Pendidikan Profesi Kedokteran bisa kamu baca juga di "Cukup dikenang saja bukan untuk diulang "


Nah, Gimana adik-adik.. semangatnya nggak kendor kan untuk menjadi Dokter ?? Indonesia masih membutuhkan banyak Dokter lho, masih banyak wilayah pelosok yang tidak punya Dokter sama sekali, banyak Puskesmas yang kekurangan Dokter.
Masyarakat membutuhkan kalian untuk membantu mereka menaikkan Derajat Kesehatannya, saat kalian membaca tulisan ini, saya pun sedang berada jauh dari rumah dan keluarga saya. Saya sedang berada di Kepulauan Buton untuk menjalani kewajiban dan mengabdi pada masyarakat.


Di Akhir tulisan ini saya akan menyertakan informasi seputar penerimaan Mahasiwa Baru, jalur Tes dan Informasi  bagi kalian tentang Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar tempat saya menimba Ilmu hingga menjadi seorang Dokter. 

Kamu bisa mengakses informasi di www.unismuh.ac.id dan melalui https://med.unismuh.ac.id dan Official instagram : fk.unismuh


Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.
Semoga suatu hari kita dapat menjadi teman Sejawat.
Salam sehat yaaa semuaaa... 



Custom Post Signature