Sabtu, 16 Maret 2019

8 Cara Berbahagia Saat Belum Dikaruniai Anak




Awalnya saya ragu, apakah akan mengepost tulisan ini di blog atau tidak. Tulisan ini saya tulis saat awal tahun 2019 dan baru saya post di bulan maret ini. Mungkin karena saya merasa bahwa sebenarnya kapasitas saya masih kurang untuk berbicara hal-hal yang sensitif seperti ini, apalagi itu perihal anak.

Setiap pasangan yang telah menikah di permukaan bumi ini, sudah pasti ingin cepat diberi keturunan, Namun jika Tuhan ternyata memiliki rencananya tersendiri. Kita manusia bisa apa ??

Seiring berlalunya resepsi yang meriah, pertanyaan-pertanyaan keluarga, tetangga, teman-teman tentang “anak” akan menjadi suatu hal yang dihadapi dengan hati yang lapang. Paling tidak inilah yang saya alami selama hampir tiga tahun belakangan ini.

Saya pun dan suami sedang menghadapi masalah tersebut dan belajar berdamai dengan keadaan yang ada tapi yang terpenting adalah kita harus berdamai dengan diri kita masing-masing. Menghilangkan semua prasangka Buruk terhadap pasangan, menerima pasangan dengan apa-adanya, saling menyemangati ditengah kegundahan hati yang sedang kita alami dan tidak pernah berhenti menyakini bahwa urusan

“ Anak” adalah Hak Tuhan, Tuhan akan memberi kepada siapa saja yang ia inginkan.
 

Setahun, Dua tahun, dan menginjak tahun ketiga pernikahan ini Tuhan belum juga menitipkan karunia itu, saya dan suami tetap berprasangka Baik atas Segala rencana Tuhan, karena kami yakin segalanya telah diatur dengan begitu sempurna bahkan sebelum saya dan suami lahir ke dunia ini.

Ikhtiar demi ikhtiar tetap kami jalani bersama dan pengalaman saya selama menjalani program kehamilan akan saya post di postingan saya yang lain. Doakan kami yahh.


Pembaca blogku, saudariku di luar sana yang mengalami hal yang sama dengan yang saya alami, jangan patah semangat ya, jangan sampai pertanyaan-pertanyaan tentang “ anak” membuat kita sebagai manusia menjadi kehilangan rasa syukur kepada Allah, karena sesungguhnya masih banyak karunia-karunia Allah yang patut disyukuri. Jangan pernah berhenti berbahagia dan terus berusaha. Karena Ada banyak cara untuk berbahagia saat kita belum dikaruniai anak seperti ;


Tetap Berfikir Positif
Karena kehadiran anak bukanlah merupakan hak manusia sepenuhnya melainkan adalah Hak Allah, Allah lah yang memiliki Ha katas penciptaan manusia di Muka bumi ini maka dari itu bunda, jangan mengisi pikiran kita dengan pikiran-pikiran negatif, memang terdengar sulit untuk selalu berusaha berfikir positif pada beberapa keadaan. Belum lagi jika kita mendengar suara-suara negative disekitar yang seakan akan kita dan pasangan kita lah yang salah sehingga saat ini kita belum dikaruniai anak. Sementara mereka yang memberi komentar negatif itu tidak pernah tahu bagaimana perjuangan kita dan pasangan selama ini. Berapa banyak vitamin yang telah dikonsumsi, berapa rupiah yang telah dipakai untuk ikhtiar berobat ke dokter ahli mengikuti pemeriksaan ini dan itu serta berapa banyak air mata yang telah tumpah dalam sujud yang berisi doa-doa. Ya, hanya kita yang tahu. Sehingga sangatlah penting selalu menghidupkan pikiran-pikiran positif itu agar kita selalu dekat sang Pencipta dan tidak pernah kehilangan harapan.


Memiliki Waktu Yang Lebih Banyak Bersama Pasangan
Belumnya Sang Maha Kuasa menitipkan anak kepada kita bisa jadi merupakan cara Sang Pencipta memberikan kita keleluasaan waktu yang lebih banyak bersama pasangan untuk belajar lebih banyak lagi, membenahi diri, memperbaiki diri, belajar apapun tentang parenting sebelum benar-benar menimang seorang anak. Karena tidak jarang di luar sana juga, orangtua yang dititipkan anak namun belum tergugah mempelajari bagaimana menjadi orang tua. Seperti tadi hal yang diatas bahwa betapa pentingnya selalu merawat pikiran positif semacam ini agar tidak kecewa dengan rencana Allah yang telah DIA siapkan, melaikan kita harus bersiap, bergegas, dan bersuka cita atas rencana-rencana Allah, karena itulah yang terbaik yang telah Allah siapkan untuk setiap hambanya.


Memiliki Waktu Yang Lebih Banyak Untuk Orangtua
Pikiran positif yang lain yang membuat hati dapat terus bersyukur dan berbahagia adalah dengan tidak membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Percayalah semua orang telah berada di Zona waktunya masing-masing. Mari kita mengusir jauh-jauh kerisauan yang mengganggu hati kita. Memiliki waktu lebih banyak bersama orangtua kita dapat menjadi satu dari sekian banyak cara kita dapat berbahagia meski belum dititipkan momongan. Tak bisa dipungkiri juga banyak sebagian orang di luar sana yang ketika dititipkan momongan, mungkin saja menjadi jauh dari orangtuanya, tidak lagi memiliki waktu luang bahkan untuk sekedar mengunjungi orangtua karena telah begitu direpotkan dengan kehadiran momongan. Akan tetapi tetaplah berprasangka baik, dengan belumnya Allah titipkan kepada kita, bisa saja hal ini menjadi cara Tuhan agar kita berbakti kepada orang yang melahirkan kita sebelum kita juga menjadi sepasang orang tua kelak.


Mencoba dan Belajar Hal-Hal Baru
Hal ini menjadi cara saya dan suami mengusir pikiran-pikiran negatif yang kadang hinggap di pikiran. Mencoba dan belajar hal-hal baru. Misalnya saja sang suami yang dulunya hanya menyukai olahraga sepak bola, futsal dan diving. Sekarang dia sedang mencoba olahraga di bidang lain, yaitu mencoba bermain basket saat weekend.  Saya pun demikian, saya yang dulunya hanya suka menulis, sekarang memulai belajar untuk membuat konten di youtube dan belajar sedikit demi sedikit cara membuat platform meski basic saya bukanlah IT, namun saya selalu tertarik jika berbicara platform kesehatan di era digital seperti sekarang ini. Nah, bund… jangan takut mencoba dan belajar hal-hal baru ya.


Manjakan Diri Sendiri
Agar senantiasa jiwa dan raga berada dalam satu rules, apa yang kita pikirkan maka itu yang akan berdampak pada tubuh kita. Sebaliknya pun begitu, fisik yang sehat, bugar akan membuat pikiran-pikiran kita juga produktif. Maka cara yang paling jitu adalah memanjakan diri sendiri. Ya.. misalnya aja bund, memberikan reward kepada diri sendiri dengan mendetoks tubuh dengan buah-buahan dan sayuran, minum vitamin, mengunjungi pusat kebugaran, merepurchased skin care yang sudah hampir habis, mengunjungi SPA dan Pijat relaksasi agar dapat bersemangat dan bugar menjalani hari-hari sebagai istri, melayani dan mendampingi suami. Miliki me time agar tetap waras sangat perlu ditengah hiruk pikuk kerjaan rumah yang tidak ada habis-habisnya. Ayoo.. dijadwalkan ya bund. Kalau saya pribadi lebih sering menghabiskan me time dengan nonton film baru, beli buku bacaan. Hihihi.


Menyayangi Anak Yatim
Ketika belum memiliki momongan bukan berarti kita tidak bisa menyayangi seorang anak, karena masih banyak anak-anak di luar sana yang kurang beruntung. Ada yang tidak memiliki orangtua sejak lahir, ada pula yang ditinggal orangtuanya karena alasan ekonomi, dan berbagai alasan lainnya. Belum dikaruniainya momongan kepada kita bisa jadi menjadi tujuan Allah agar kita dapat membagi kasih sayang kita kepada anak-anak tersebut. Dengan memiliki dan mengunjungi panti asuhan setiap bulannya percayalah sedikit banyak dapat membuat hati kita diisi kembali dengan rasa syukur.


Miliki Hewan Peliharaan
Memiliki hewan peliharaan memiliki keseruan tersendiri lho bund, memiliki hewan peliharaan dapat melatih kita juga dalam merawat mahluk ciptaan Allah. Dengan memiliki hewan peliharaan kita dapat memantau perkembangannya, menyediakan makanan, hingga merawatnya ketika sakit. Sedikit banyak akan menumbuhkan rasa kasih sayang dalam diri kita, serta melatih kesabaran kita. Saya pribadi memelihara kucing, hewan kucing seperti yang kita ketahui merupakan hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW, dimana umat islam pun seharusnya menyayanginya seperti Rasulullah SAW.


Rasa Syukur Dan Rasa Ikhlas
Sepertinya tulisan saya udah panjang banget ya bund, hehehe. Janji ini part yang akhir yaitu rasa Syukur dan Rasa Ikhlas. Dari pengalaman saya di beberapa tahun terakhir ini dalam menanti momongan yang menurut kami hal yang lumayan lama yaitu 2tahun 7 bulan, namun saya yakin bunda-bunda di luar sana bahkan ada yang lebih lama dari saya dan suami akan tetapi bunda-bunda selalu beryukur dan ikhlas menjalaninya. Maka dari itulah saya tidak pernah ingin mengeluh dan memerdulikan komentar-komentar negatif yang dapat merusak pikiran-pikiran positif serta harapan saya yang telah saya rawat bersama pasangan. Terlebih dari apapun yang saya sebutkan dan ceritakan di atas, part inilah yang paling penting. Jangan sampai karena satu nikmat yaitu “ momongan” yang belum Allah SWT berikan hingga saat ini, lantas membuat kita melupakan dan menganggap remeh nikmat-nikmat dan kemudahan rezeki yang lain yang telah Allah SWT berikan.

Saya pernah membaca suatu kata-kata bijak bahwa “ Bahagia itu sungguh tidak pernah jauh, ia hanya ada diantara Rasa Ikhlas dan Rasa Syukur.  




Salam Pejuang Dua Garis.






























Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Custom Post Signature