Selasa, 01 Oktober 2019

Kenali Tanda Anemia




Suatu siang di Poli Umum 
Seorang pasien perempuan usia 34 tahun duduk menunggu antrian di panggil oleh petugas registrasi untuk bertemu Dokter..


Dokter             : Pagi ibu, silahkan duduk
Dokter             : Bagaimana bu, ada yang bisa saya bantu, ibu keluhannya apa ?
Pasien              : Ini loh bud ok, kepala saya sering pusing, badan capek-capek, rasanya kalau aktifitas cepat capek gitu.
Dokter             : Sudah berapa lama bu, ibu rasakan seperti ini ?
Pasien              : Sudah lama sih dok, sudah sebulan begini
Dokter             : Ada keluhan lain bu yang belum ibu sampaikan ?
Pasien              : Dengan itu aja sih dok saya kurang nafsu makan juga
Dokter             : ibu ada riwayat penyakit apa lagi sebelumnya, apa sekarang ibu sedang hamil ?
Pasien              : Nggak lagi hamil dok, nggak pernah sakit kayak gini sih dok, baru ini aja keluhannya
Dokter             : Baik bu, saya periksa dulu ya.

Lalu Dokter melakukan pemeriksaan Fisik Secara Head to Toe pada ibu tersebut.
Dan tidak menemukan tanda-tanda yang abnormal kecuali Kesan Anemis pada Conjungtiva.

Dokter             : saya sudah lakukan pemeriksaan bu, saya curiga ibu sedang mengalami anemia, tapi untuk lebih memastikan lagi kita cek darah di laboratorium ya, setelah ada hasilnya nanti ibu ke ruangan ini lagi.
Pasien              : Baik Dok.

Kemudian Sang Dokter memberikan selembar kertas pengantar laboratorium si ibu, dan si ibu pun bergegas menuju laboratorium untuk melakukan pemeriksaan darah, tidak lama berselang sekitar 30 menit, si ibu kembali untuk menemui Dokter tersebut.

Hasilnya,

Hb                   : 7,6 g/dl
Dokter             : Wah bu, ini hasilnya sudah ada dan ternyata memang ibu sedang mengalami gejala anemia.
Pasien              : Terus gimana dok, anemia itu apa dok ?


Anemia itu apa sih dok ?

            Nah, Sahabat Healthies kira-kira seperti di atas ilustrasi interaksi antara dokter dan pasien yang datang dengan keluhan-keluhan yang dapat mengindikasikan Anemia.  Dimana tentu saja kondisi ini jangan dianggap sepele dan wajib harus kita kenali sehingga kita dapat melakukan upaya sedini mungkin untuk mengatasi gejala tersebut karena anemia yang berlangsung lama atau kronik akan mengakibatkan sejumlah komplikasi lho.

Saya akan memulai dari penjelasan yang paling mudah dipahami, Jika biasanya kita mengenal Istilah Anemia ; Kurang darah yaitu kondisi ketika darah tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup. Anemia yang disebabkan oleh kurangnya sel darah merah yang tidak berfungsi di dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan aliran oksigen berkurang ke organ tubuh.  

( Sumber : Google ) 

Sedangkan pada penjelasan text book ilmu kedokteran ; Anemia merupakan keadaan menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah sel darah merah di bawah nilai normal. Dan memiliki beberapa kriteria Diagnosis seperti ;

-       Sindrom Anemia : Badan lemah, lesu, cepat lelah, mata terasa berkunang-kunang, kulit pucat, detak jantung tidak teratur, napas terasa pendek, rasa dingin pada tangan dan kaki.
-       Pemeriksaan Fisik  : Didapatkan konjungtiva Anemis, jaringan dibawah kuku pucat, Koilonychia, atrofi papil lidah, serta cheilosis

-       Laboratorium : Kadar hemoglobin menurun dari ringan sampai berat, Anemia mikrositer hipokromik pada apusan darah tepi, Eritrosit MCV < 80 fl dan MCHC < 31 % , besi serum < 50 mg, TIBC > 350 mg/dl

( Sumber : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FK.UI Jilid II )

Sebagai seorang dokter kita biasanya mendapati hasil anamnesa (Tanya-jawab) seperti percakapan yang diatas, keluhan yang dialami oleh si ibu. Pada pasien hamil muda kadang disertai keluhan mual dan muntah yang tidak khas. Maka dari itu kita kudu wajib mengenal gejala anemia karena dapat menyerang siapa saja lho.
Oh iya kadar Hb normal pada beberapa laboratorium biasanya memiliki nilai batas yang berbeda-beda, namun secara umum Hb dikatakan normal pada range antara 13 – 17 gr/dl.

Apa Saja Jenis- Jenis Anemia berdasarkan penyebabnya ?

1.Anemia Karena Kekurangan Zat Besi
Keadaan tubuh yang kekurangan zat besi menyebabkan tubuh (sel darah merah) tidak mampu menghasilkan hemoglobin (Hb) Kondisi tersebut dapat diakibatkan karena tubuh kekurangan asupan makanan yang mengandung zat besi didalamnya.

2. Anemia Masa Kehamilan
Pada ibu hamil biasanya memiliki nilai hemogblobin yang lebih rendah dari pada orang biasanya, karena kebutuhan hemoglobin yang dibutuhkan oleh ibu hamil jauh lebih meningkat sehingga membutuhkan banyak zat sebagai pembentuk hemoglobin seperti ; zat besi, vitamin B12 dan asam folat. Oleh karenanya asupan vitamin ini sangat diperlukan agar mampu mencegah anemia dan mencegah kelainan pada janin.

3. Anemia Karena Pendarahan
Anemia yang disebabkan karena pendarahan dapat terjadi spontan dan kronis, penyebabnya berbagai hal seperti kecelakaan, menstruasi, wasir, ada pendarahan pada lambung, terdapat kanker pada saluran cerna hingga adanya riwayat penggunaan obat anti inflamasi dalam jangka panjang yaitu penggunaan NSAID.

4. Anemia Aplastik
Jenis Anemia ini terjadi karena adanya kerusakan pada sumsum tulang dimana membuat tubuh tidak mampu lagi menghasilkan sel darah merah. Kondisi ini dapat dipicu oleh adanya proses infeksi, penyakit autoimun, paparan zat kimia beracun serta efek samping obat.

5. Anemia Hemolitik
Anemi hemolitik terjadi ketika penghancuran sel darah merah lebih cepat dari pada pembentukannya. Kondisi ini bisanya diturunkan dari orang tua atau ada faktor genetik didalamnya.

6. Anemia yang diakibatkan oleh penyakit kronis
Ada beberapa penyakit yang mempengaruhi proses pembentukan sel darah merah apalagi bila penyakit ini berlangsung kronis. Antara lain ; Penyakit Crohn, penyakit ginjal, kanker, rheumatoid arthritis dan penyakit HIV/AIDS

7. Thalassemia
Penyakit  Thalasemia adalah penyakit yang disebabkan oleh mutasi gen yang mempengaruhi produksi hemoglobin. Dan penyakit ini biasanya diturunkan dari orang tua yang memiliki riwayat penyakit yang sama.


Kapan sebaiknya harus ke dokter ?

Tibalah kita dibagian yang penting, kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Jangan tunda untuk ke dokter jika sahabat healthies mengalami gejala yang saya sebutkan di atas tadi, seperti cepat lelah dan gejala-gejala klinis lainnya. Segera konsultasikan ke dokter jika memiliki riwayat keluarga yang saya sebutkan tadi, karena ada beberapa anemia yang disebabkan oleh faktor genetik.

Bagi para ibu hamil agar rutin memeriksakan kesehatan dan kehamilannya ke dokter kandungan, karena dengan begitu dokter akan memberikan suplemen tambahan untuk mencegah anemia saat menjalani kehamilan. Jangan lupa ya sahabat.


Bagaimana Cara mencegah Anemia ?

Banyak cara yang dapat kita lakukan agar terhindar dari sindrom anemia ini antara lain tentu dengan menjalankan pola hidup sehat ya sahabat healthies, mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung zat besi dan protein seperti daging merah, telur, dan hidangan lainnya yaitu tetap mengonsumsi buah dan sayur-sayuran hijau, Berolahraga , tidak merokok, tidur tepat waktu, serta mengendalikan stress.


Hayoo.. Menjalankan pola hidup sehat memang tidaklah mudah yaa, karena dibutuhkan komitmen pada diri sendiri. 

Saya pun demikian, Seperti pepatah ala bisa karena biasa.  

















2 komentar on "Kenali Tanda Anemia"
  1. Waduh... saya pernah mengalami gejala seperti diatas. Jangan jangan waktu itu saya sedang kena Anemia ya dek? Hehee.... . Biasanya klo sdh seperti ini, sy langsung beli sangobion. Padahal harusnya periksa dokter dulu ya dek? Oh ya... makasih byk sharex ttg Anemia,ini lengkap bamget.

    BalasHapus
  2. Waktu hamil trimester 1 sempat mengalami gejala kayak anemia, tiba-tiba pandangan kabur gitu tapi sebelumnya sudah cek Hb, hasilnya normal. Cuma apakah selama masa kehamilan ini hb bisa turun lagi ya Dok? Saya juga gak konsumsi obat penambah darah lagi sekarang cuma minum suplemen ibu hamil dan susu hamil saja? Maaf dok ini saya komennya sekaligus bertanya.😁

    BalasHapus

Custom Post Signature