Selasa, 01 Oktober 2019

Terlalu Manis Ternyata Berbahaya




Nona Manis siapa yang punya..
Nona Manis Siapa yang punya..
Cukup wajah si nona aja yang manis yaaa, darahmu jangan.


Di Tulisan kali ini kita bakal ngebahas yang apa aja yang manis-manis, Hayoo.. apakah itu. Yaitu makanan dan minuman yang manis.

Setelah melalui hari senin hingga jumat yang lumayan melelahkan karena harus berkonsentrasi penuh menyelesaikan semua pekerjaan, tugas-tugas kantor, tugas-tugas kuliah demi weekend yang berkualitas nantinya. Kadang tanpa kita sadari banyak banget lho jam kritis di kantor maupun di kampus. Jam kritis yang saya maksud disini adalah jam-jam ngemil yang abnormal yang tanpa disadari kita lakukan.

Meski udah makan siang.. sejam kemudian. Buka handphone liat-liat menu di Aplikasi jajanan online, check out deh dengan banyak banget pesanan. Hohoho..
Wah.. Wah.. harus waspada lho sahabat healthies. Seperti judulnya “ Terlalu manis ternyata berbahaya. Selanjutnya akan saya paparkan mengapa Tubuh tidak dianjurkan untuk menerima asupan glukosa ( gula ) dalam jumlah yang berlebihan.

Terlalu banyak mrngonsumsi makanan manis yang mengandung kalori merupakan penyebab kenaikan berat badan. Mengonsumsi makanan yang kaya glukosa tanpa diimbangi dengan olahraga maka akan membuat berat badan bertambah dari waktu ke waktu. Lalu hal yang berbahaya yang lain apa saja ? ya tentu saja kita akan terserang suatu penyakit. Asupan glukosa yang berlebihan dapat menyebabkan Penyakit Diabetes Mellitus.

Apa itu Diabetes Mellitus ?

Diabetes adalah penyakit yang muncul karena adanya faktor genetik didalamnya. Di Indonesia sendiri penyakit ini lebih dikenal dengan penyakit kencing manis. Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolik yang terjadi secara kronis atau berlangsung menahun karena tubuh tidak mempunyai hormone insulin yang cukup akibat adanya gangguan pada sekresi insulin.

Apa fungsi hormon insulin ? 
Insulin adalah sebum hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Selain merupakan "Efektor" utama dalam homeostatis karbohidrat, hormon ini juga ambit bagian dalam metabolisme lemak dan protein. Hormon ini bersifat anabolic dimana fungsinya mampu meningkatkan penggunaan protein. Hormon insulin termasuk hormon yang penting dalam tubuh sistem metabolisme tubuh, jika terjadi gangguan yang menyebabkan produksi insulin berkurang ataukah mengalami penurunan fungsi maka sel-sel akan mengalami kekurangan energi. Hormon ini di produksi oleh organ tubuh yang bernama "Pankreas" 

Apa saja Gejala Diabetes Mellitus ?

World Health Organization atau WHO (2016) menyebutkan bahwa penyakit ini ditandai dengan munculnya gejala yang khas yaitu ; Poliphagia ( Sering Lapar ), Polidipsia ( Sering haus) dan Poliuria ( Sering buang air kecil). Penyakit Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang sangat perlu diperhatikan dengan serius. Karena jika penyakit ini tidak terdeteksi sejak dini dan terjadi kronis tanpa terkontrol maka akan menyebabkan beberapa komplikasi seperti kerusakan mata, ginjal, pembuluh darah, saraf dan jantung.

Apa saja faktor Resiko Penyakit Diabetes Mellitus ?

Riwayat DM keluarga / Genetik  
Diabetes ini sangat dipengaruhi oleh faktor genetik. Seorang anak memiliki risiko 15 % menderita DM tipe 2 jika kedua atau salah satu dari kedua orang tuanya menderita DM. Anak dengan kedua orang tua menderita DM mempunyai risiko 75 % untuk menderita DM dan anak dengan ibu menderita DM mempunyai risiko 10 – 30 % lebih besar dari pada anak dengan ayah menderita DM.

Berat Lahir
Bayi lahir dengan berat kurang dari 2500 gram atau keadaan berat BBLR mempunyai risiko lebih tinggi menderita DM saat dewasa. Hal ini terjadi karena bayi dengan BBLR mempunyai risiko menderita gangguan fungsi pancreas sehingga produksi insulin terganggu.

Stress
Stress yang dihasilkan dari pengalaman atau peristiwa tertentu. Sakit, cedera dan masalah dalam kehidupan dapat memicu terjadinya stress. Dan tubuh secara alamiah akan merespon dengan banyak mengeluarkan hormone untuk mengatasi stress. Hormon-hormon tersebut membuat banyak energy (glukosa dan lemak) tersimpan di dalam sel. Insulin tidak membiarkan energy ekstra ke dalam sel sehingga glukosa menumpuk di dalam darah.

Umur
Umur yang semakin bertambah akan berbanding lurus dengan peningkatan risiko penyakit diabetes mellitus karena jumlah sel beta pankreas akan mengalami penurunan fungsi.

Jenis Kelamin
Wanita lebih memiliki potensi untuk menderita diabetes mellitus daripada pria karena adanya perbedaan anatomi dan fisiologi. Secara Fisik, wanita memiliki peluang untuk mempunyai indeks massa tubuh di atas normal. Selain itu, adanya menopause pada wanita dapat mengakibatkan pendistribusian lemak tubuh tidak merata dan cenderung terakumulasi.

Pekerjaan dan Pendidikan
Faktor pendidikan yang baik akan membuat masyarakat tahu dan mempunyai pengetahuan yang memadai tentang penyakit diabetes mellitus ini, sehingga akan lebih waspada dan akan memperbaiki life style mereka.

Pola Makan
Hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes mellitus mempunyai hubungan yang signifikan. Pola makan dan gaya hidup yang buruk merupakan faktor risiko yang paling berperan dalam kejadian Diabetes Mellitus. Pengaturan diet yang sehat dan teratur sangat perlu diperhatikan terutama wanita. Pola makan yang buruk dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas yang dapat memicu terjadinya DM.

Merokok
Kebiasaan Merokok merupakan faktor risiko diabetes mellitus karena memungkinkan resistensi insulin. Kebiasaan merokok juga telah terbukti dapat menurunkan metabolisme glukosa yang kemudian menimbulkan Diabetes Mellitus. Dan tentu saja Merokok bukan suatu life style yang baik ya sahabat healthies, jika bisa dihindari sebaiknya dihindari ya..

Makanan dan Minuman Apa saja yang mengandung Glukosa yang tinggi ?

Sumber gula tinggi yang terdapat pada makanan dan minuman yang biasa kita jumpai sehari-hari. Yaitu ; kue-kue dan cake yang manis, minuman kemasan hingga minuman bersoda.

Bagaimana pencegahan yang dapat kita lakukan ?

Karena penyakit Diabetes Melitus ini dapat menyerang siapa saja, terutama pada usia produktif tanpa memandang jenis kelamin laki-laki ataupun perempuan. Sehingga kita harus lebih peduli tentang faktor risiko penyakit Diabetes Mellitus. Tentu saja dengan memperhatikan apa yang kita konsumsi setiap hari, makanan apa saja yang kita makan. Sudahkah kita menerapkan gaya hidup sehat pada kehidupan kita sehari-hari. Sudahkah kita berolahraga ? Sudahkah kita mengonsumi sayuran dan buah-buahan ? sudahkah kita berusaha berhenti merokok ? sudahkah kita bersyukur hari ini ? disaat kita mampu menerapkan manajemen stress dalam aktivitas pun, maka  secara tidak langsung fisik akan sehat dan psikis (jiwa) pun menjadi bahagia.






























3 komentar on "Terlalu Manis Ternyata Berbahaya"
  1. Cin... lihat gejala diabete mellitus tuh aku jadi ngeri loh... sering lapar soalnya wkwkwk....

    BalasHapus
  2. Setiap kali baca tulisan dr.Chinta, saya ngeri2 sedap lho, hehe...
    Apalagi tulisan ini. Secara, papi mamiku penderita diabetes dan saya sama sekali gak terapin gaya hidup sehat, huhuu...

    BalasHapus
  3. aku suka makan cokelat dan permen yang manis tapi jarang olahraga jadi gak seimbang :P

    BalasHapus

Custom Post Signature